Poem by Lajur #6

1–2 menit
Selama ini aku baru menyadari
Bahwa aku tidak pernah dihadapkan dalam keputusan besar
Sampai saat aku bertemu saat ini
Saat dimana aku harus meninggalkan pekerjaan pertamaku

Ada begitu banyak rasa syukur ketika akhirnya aku mendapatkan pekerjaan ini
Melihat bagaimana Tuhan menyiapkan ini seperti hadiah tidak terduga namun begitu tersusun dengan rapih
Aku dengan semangat menjalani pekerjaan ini 
Ditemani rekan kerja yang juga menyenangkan

Namun apa yang dilihat tidak selamanya berjalan baik
Saat satu dua kerikil mampu aku singkirkan
Nyatanya ada sebuah batu besar yang menghalangi jalanku
Batu yang hingga saat ini masih aku coba untuk pecahkan
Yang lambat laun membuatku lemas dan tidak berdaya hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkannya

Ya, dan inilah keputusan yang amat berat bagiku 
Di tengah ketidakpastian dunia luar dan kebutuhan untuk memenuhi keseharian
Aku dengan berat hati memutuskan untuk keluar, untuk berhenti menjalankan

Bercerita dengan isak tangis untuk tidak melanjutkan 
Dalam pandangan aku ingin mengejar impian
Belajar dan terus produktif dengan gaya yang aku inginkan

Walaupun tetap aku tidak tahu apa semua ini akan berjalan sebagaimana yang dibayangkan
Aku tetap berusaha meyakinkan hati dan pikiran 
Dengan segala yang aku putuskan

Aku berharap aku hidup dengan lebih kuat
Aku berharap Tuhan menunjukkan bahwa ini adalah jalan yang telah ditetapkan untukku
Semoga aku mampu untuk terus menjalani kehidupan ini
 
 
 
 

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca