Memaksa memahami apa yang terjadi tidak kunjung berhasil Banyak yang bilang usaha sekeras apapun akan berbuah manis Dirimu bisa menerimanya dengan kelapangan Dengan segala kekosongan dan kehampaan yang kau rasakan Tapi orang lain tidak Setipis apapun kau menorehkan tinta pada kertas Mereka akan selalu mencap dirimu sebagai perusak kertas Padahal itu kertas milikmu Padahal itu kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepadamu Kata itu setajam mata pisau Bagaimana pun caramu mengungkapkannya Meskipun kamu selalu menjadi protagonis dalam hidupmu Kamu tidak bisa melupakan fakta bahwa orang lain juga pemeran utama dalam hidupnya Apa yang kau kira mudah dalam hidupmu belum tentu bagi hidup orang lain Mereka sudah berusaha semampu yang mereka bisa Mereka sudah berusaha berdamai dengan keadaan hidupnya Kamu tidak berhak merasa benar di atas kepemilikan yang lain Menerima nyatanya lebih sulit dari yang diduga Lebih berat dari bagaimana kamu harus memahami Karena itu mari kita berhenti menghakimi Cukup mendengarkan dan menerima keadaan Jika bahkan kamu tidak mampu melakukannya Bukankah diam salah satu cara untuk tidak menyakiti?

Tinggalkan Balasan