Pengalaman Daftar LPDP Tahun 2023

6–9 menit
,
Pengalaman LPDP

Hai, salam kenal. Berhubung sebentar lagi memasuki tahun 2024 dan akan dibukanya pendaftaran tahap 1 LPDP, aku akan membagikan pengalamanku mengikuti seleksi sebelumnya di tahap 2 tahun 2023.

Bagi kalian yang baru pertama kali ingin mendaftar, mungkin pengalaman ini akan lebih relateable karena aku pun demikian. Disclaimer, pengalaman ini adalah murni yang aku lewati sebagai peserta beasiswa LPDP reguler dan non LoA. Jadi, jika kalian berminat pada jalur yang berbeda, mungkin bisa diambil poin intinya saja ya.

Berikut aku rangkum poin-poin apa saja yang bisa kalian highlight dari perjalanan aku sebelumnya.

Baca dan Riset tentang LPDP

Dalam mencari beasiswa tentu kita perlu aktif berupaya mencari segala informasi yang berkaitan dengannya. Nah hal pertama yang harus kalian persiapkan adalah baca segala ketentuan yang ada di website LPDP https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

LPDP ini adalah salah satu program beasiswa yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan, dengan beberapa jenis beasiswa di dalamnya. Untuk jalur reguler bisa diikuti oleh siapapun yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan di tingkat magister dan doktoral, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca Ketentuan Selengkapnya: Beasiswa Umum Reguler

Selanjutnya, kalian juga perlu tahu tentang proses seleksi, umumnya ada tiga tahap seleksi yaitu administrasi, tes bakat & skolastik dan tes substansi.

Seleksi Administrasi

Pada seleksi pertama ini mungkin adalah tahap yang benar-benar diperhatikan karena ini adalah kunci agar kalian bisa masuk ke tahap selanjutnya.

Hal yang paling utama adalah mempersiapkan data dan dokumen yang diperlukan. Data ini berupa informasi pribadi, pendidikan hingga beberapa pertanyaan tambahan seperti kelebihan dan kekurangan diri, penghargaan dan sebagainya.

Tipsnya kalian ga perlu tunggu waktu beasiswa dibuka, kalian bisa mulai dari sekarang untuk isi informasi diri. Jadi saat sudah dibuka, kalian hanya perlu isi beberapa data tambahan saja.

Selanjutnya kalian bisa persiapkan dokumen ini jika sudah menyelesaikan penulisan data diri. Kalau untuk dokumen yang kemarin aku upload diantaranya:

  • KTP
  • Ijazah S1/S2
  • Transkip Nilai S1/S2
  • Sertifikat Toefl: Sertifikat ini wajib yang berstandar lembaga ETS ya teman-teman. Kalian juga perlu memenuhi skor minimal yaitu 500. Kalau saat ini kalian belum punya, kalian bisa segera cari lembaga yang menyediakannya dari sekarang karena sertifikat umumnya baru bisa didapatkan 2 minggu sampai 1 bulan dari terakhir kalian tes. Janga lupa persiapkan latihan soal-soal toefl sebelum melakukan tes.
  • Surat Rekomendasi: Surat rekomendasi ini bisa kalian minta ke dosen pembimbing skripsi atau dosen pembmbing akademik. LPDP akan memberikan template surat rekomendasi atau bisa juga memberikan link pengsisan langsung kepada dosen, link ini bisa didapatkan kalau kalian sudah masuk ke pendaftaran beasiswa ya. Jadi lebih baik kalian mempersiapkan surat rekomendasi saja.
  • Esai Kontribusi: Mungkin ini salah satu yang paling ditakutkan banyak orang, karena harus menulis esai 1000-1500 kata. Bagian ini cukup tricky, karena kalian benar-benar harus membuat esai yang memang bisa dipertanggungjawabkan. Karena saat tes substansi nanti, pertanyaan yang diberikan akan beracuan pada esai kalian ini. Poin yang bisa kalian masukkan adalah membahas latar belakang pendidikan, pekerjaan, mimpi dan motivasi melanjutkan, hal yang sudah dilakukan dan hal apa yang ingin dilakukan. Tambahkan juga data atau hasil penelitian yang mendukung esai kalian. Kalian juga bisa menambahkan data terkait dengan penelitian yang akan kalian lakukan nantinya.

Seleksi Tes Bakat Skolastik (TBS)

Kalau kalian sudah berhasil lulus pada seleksi administratif, selanjutnya kalian akan memasuki seleksi tes bakat dan skolastik. Tahap ini hanya berlaku bagi kalian yang belum memiliki LoA (Letter of Acceptance) ya, jika sudah selamat karena kalian bisa langsung mempersiapkan seleksi sebelumnya.

Namun tenang saja, berdasarkan pengalamanku kemarin soal yang diberikan masih termasuk kategori yang sedang kesulitannya. Apa lagi jika teman-teman banyak latihan dan belajar aku pastikan bisa melewati tahap ini dengan lebih baik.

Aku banyak menyesal karena masih sangat kurang mempersiapkan tes ini sehingga skor yang aku dapatkan pun tidak jauh dari minimal skor seharusnya.

Saat seleksi ini aku banyak belajar dari buku TPA dan juga melihat contoh soal dari beberapa link yang aku dapatkan. Nah apa saja sih materinya, kurang lebih mencakup hal ini:

  • Penalaran Verbal (23 soal dalam 30 menit)
  • Penalaran Kuantitatif (25 soal dalam 40 menit)
  • Pemecahan Masalah (12 soal dalam 20 menit)
  • Tes Kepribadian SJT atau Situational Judgement Test (40 soal dalam 45 menit)

Secara teknis, tes ini dilakukan secara online melalui aplikasi yang nantinya akan dibagikan dalam buku panduan. Total pengerjaan tes ini 135 menit dan bisa dikerjakan dalam rentang jam 08.00 s.d 16.00 WIB. Kalian bisa memilih waktu yang paling sesuai namun aku sarankan untuk mengerjakan di pagi hari karena tubuh kita masih lebih fresh sehingga lebih mudah berpikir.

Selama tes ini pun kamera akan diaktifkan dan kalian akan dipantau oleh panitia secara online. Kalian boleh juga menggunakan alat tulis dan kertas jika dibutuhkan dan tidak diperbolehkan makan mauun minum selama tes berlangsung.

Tipsnya teman-teman bisa belajar materi, menjawab soal dan review jawaban setiap harinya. Saat hari ujian pun usahakan mengerjakan setiap soal yang mudah dengan cepat terlebih dahulu dan pastikan seluruh soal sudah terjawab sebelum kalian submit.

Saat pengumuman tahap ini kalian akan mendapatkan skor nilai dan passing grade yang berlaku, jika melampui passing grade makan teman-teman telah berhasil lanjut ke tahap selanjutnya.

Seleksi Tes Substansi

Tahap terakhir, menurutku ini adalah seleksi yang paling mendebarkan. Tes substansi atau wawancara ini adalah tes terakhir yang akan menentukan kalian lolos atau tidak menjadi awardee LPDP.

Apa yang harus dipersiapkan pada tahap ini? Berlatih dan berlatih. Saat itu aku mulai dengan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang mungkin muncul saat wawancara. Lalu aku mulai menuliskan jawabannya dan berlatih sendiri menjawab pertanyaannya.

Di samping itu aku juga melihat banyak tips dan video mock up interview yang banyak diunggah di youtube, membaca dan mempelajari betul isi essay dan melakukan riset yang lebih mendalam terkait kampus dan bidang studi tujuan. Karena pada tahap ini panelis akan benar-benar mengulik dan menyelaraskan antara apa yang akan kita lakukan dan apa yang sudah kita tulis di essay.

Kalian bisa meluangkan waktu 30 menit sampai 1 jam per harinya untuk bisa berlatih wawancara. Jangan lupa untuk bergabung dengan rekan-rekan pejuang beasiswa LPDP lainnya di Telegram dan Discord. Disana kalian bisa berdiskusi atau meminta bantuan dari para awardee untuk melakukan mock up interview.

As information, wawancara ini diasakan secara online dengan jangka waktu kurang lebih dua bulan. Saat itu aku mendapat jadwal pukul 15.00 WIB dan berlangsung kurang lebih 45 menit. Wawancara ini diadakan via Zoom dengan 3 orang panelis dengan latar belakang berbeda-beda. 1 perwakilan dari LPDP, 1 perwakilan dari psikolog dan 1 perwakilan dari akademisi bidang yang kita minati.

Lalu apa saja yang ditanyakan sata proses ini? pada wawancara ini menurutku adalah ajang untuk kita meyakinkan para panelis bahwa kita layak untuk mendapatkan beasiswa ini. Jawab dan kemaslah respon atas pertanyaan dari panelis sesuai dengan latar belakang keadaan dan data yang kamu ketahui.

Pertanyaan yang aku dapatkan benar-benar fokus pada essay, latar belakang, kampus tujuan, motivasi dan rencana yang akan aku lakukan ke depannya. Menurutku jika teman-teman sudah mantap dan bisa meyakinkan para panelis, ku rasa nilai yang akan didapatkan tentunya akan cukup memuaskan.

Pengalamanku sendiri aku masih merasa jauh dari kata cukup meyakinkan, masih banyak PR dari essay yang aku tuliskan, mimpi dan tujuan yang akan aku realisasikan.

Saranku bagi teman-teman harus benar-benar bisa mengetahui fokus, motivasi dan tujuan dari melanjutkan pendidikan ini. Jika kalian sudah yakin dan matang, aku yakin kalian bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dan bisa lolos untuk tahap selanjutnya.

Pengumuman dan Pelajaran

Tiba waktunya pengumuman, karena aku mendapatkan jadwal wawancara pada minggu terakhir, jarak untuk pengumuman akhir hanyalah 2 minggu. Biasanya pengumuman akan dibuka saat malam hari antara pukul 8-11 malam.

Menjelang pengumuman akhir, biasanya banyak yang mulai overthinking dan memikirkan kemungkinan gagal. Meskipun demikian aku berusaha untuk tetap berpikiran positif akan hasil yang aku dapatkan.

Bak menjadi penentu kehidupan aku 2 tahun ke depan, saat aku tahu bahwa pengumuman sudah keluar aku benar-benar bergetar hebat. Hasil apa yang aku dapatkan setelah pennatian selama kurang lebih 6 bulan perjalanan?

pengumuman tes substansi lpdp

Yap, sayangnya aku masih belum bisa lulus one kill. Pikirku aku akan siap dengan appaun hasil yang didapatkan, namun nyatanya kekecewaan dan kesedihan tetap ada. Banyak penyesalan karena merasa kurang giat namun dengan sisi lain yang merasa juga belum cukup pantas mendapatkan beasiswa ini.

Namun life must going on, kita perlu beranjak dari satu urusan ke urusan yang lain. Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari proses persiapan ini yang tentunya akan berguna bagi aku di kemudian hari.

Aku masih belum tahu akan mencoba di tahap selanjutnya atau tidak, namun aku akan mencari jawaban rinci dari pertanyaan berikut ini terlebih dahulu untuk langkah kedepannya:

  • Apa tujuan dan urgensi dari melanjutkan pendidikan?
  • Apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti?
  • Apa yang akan dilakukan jika tidak diterima?
  • Apa yang menjadi prioritas sekarang?

Semangat untuk kalian yang mau akan mencoba atau akan kembali mencoba. Semoga sharing ini bisa menambah insight baru kalian dalam mempersiapkan beasiswa LPDP. Best of Luck!

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca