Dalam era yang serba digital, perpustakaan mungkin mulai beralih pada penggunaan buku dan media digital. Meski demikian kehadiran perpustakaan secara fisik tetap diperlukan untuk menjadi ruang literasi yang tidak terbatas di tengah-tengah masyarakat.
Perpustakaan pun mulai berbenah diri dan memperbaiki fasilitas agar menarik lebih banyak pengunjung. Perpustakaan kini juga tidak lagi sebatas tempat yang menyediakan ribuan hingga jutaan buku, melainkan juga menambah fasilitas menarik lainnya.
Tahun 2022 lalu, Perpustakaan Provinsi Jakarta yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki menjadi viral setelah mengalami revitalisasi besar. Dengan mengusung tema industrialis minimalis, banyak Gen Z yang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan aesthetic satu ini.
Tidak kalah bagus, terdapat juga Perpustakaan Nasional yang menjadi salah satu dari deretan peprustakaan tertinggi di dunia. Perpusnas sendiri sudah lebih dulu melakukan perubahan besar dari tempat sebelumnya yang terletak di daerah Salemba pada 2017 lalu.
Kedua perpustakaan ini memiliki berbagai fasilitas yang mewah dan akan merubah sudut pandang banyak orang akan perpustakaan yang tidak modern. Simak perbandingan Perpusnas vs Perpustakaan Cikini di bawah ini.
Perpustakaan Nasional


Perpustakaan Nasional merupakan perustakaan yang didirikan oleh pemerintah Indonesia guna menjadi wadah masyarakat dalam menambah wawasan keilmuwan hingga menyimpan koleksi langka dan bersejarah milik negara lainnya.
Perpustakaan ini terletak tepat di depan Monas, Jakarta Pusat berdekatan dengan Kementrian BUMN dan Balai Kota Jakarta. Sebelumnya, Perpusnas pertama berlokasi di kawasan Salemba.
Perpusnas termasuk ke dalam jajaran perustakaan tertinggi di dunia dengan total 24 lantai. Setiap lantainya menawarkan fasilitas yang berbeda-beda. secara detail berikut fasilitas yang tersedia di setiap lantai (source:wikipedia):
- Lantai 1: Lobi Utama
- Lantai 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan, Penelusuran Informasi dan Ruang Auditorium
- Lantai 3: Zona Promosi Budaya Baca
- Lantai 4: Ruang Pameran dan Kantin
- Lantai 5: Perkantoran
- Lantai 6: Data Center dan Musholla
- Lantai 7: Layanan Anak, Lansia, dan Disabilitas
- Lantai 8: Layanan Audiovisual
- Lantai 9: Layanan Naskah Nusantara
- Lantai 10-11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
- Lantai 12-13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup
- Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka
- Lantai 15: Layanan Referensi, Koleksi Online dan Ilmu Perpustakaan
- Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta dan Lukisan
- Lantai 17-18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
- Lantai 19: Layanan Multimedia
- Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Mancanegara
- Lantai 21: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (klas 000-499)
- Lantai 22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (klas 500-999)
- Lantai 23: Layanan Koleksi Majalah Terjilid
- Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Executive Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara
Setiap lantai memberikan nuansa yang berbeda namun menyenangkan. Kursi dan meja pun beragam ada yang dengan kursi kayu, sofa, hingga bean bag. Agar bisa menikmati semua layanan ini kamu bisa membuat kartu anggota terlebih dahulu, bisa dilakukan dengan mengisi form pendaftaran secara online atau datang langsung ke lantai 2.
Kalau kamu tidak ingin membaca dan ingin fokus bekerja atau belajar kamu bisa mencoba datangi lantai 19 yang merupakan layanan multimedia. Terdapat 2 ruangan yang bisa kamu gunakan, yatu ruangan dengan akses internet melalui komputer atau ruangan dengan akses internet melalui laptop masing-masing.
Untuk mencari banyak buku bacaan kamu bisa datangi lantai 21-23 disana terdapat berbagai macam jenis buku yang super lengkap mulai dari buku agama, sastra, teknologi, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Sayangnya, banyak buku yang sudah dalam kondisi tua dan usang.
Perpusnas ini juga sudah cukup canggih karena pengembalian buku bisa dilakukan dari lantai bawah dan akan otomatis berjalan dengan mesin yang terhubung ke setiap lantainya. Kamu juga bisa melakukan pinjaman buku secara digital lewat aplikasi iPusnas di ponsel pintar. Banyak buku terbaru yang bisa kamu pinjam dan baca secara digital dan gratis.
Sebelum kamu memasuki perpustakaan, kamu perlu mengganti tasmu dengan tas transparan yang disediakan pada lantai 1. Overall, bekerja dan belajar di Peprusnas sangat menyenangkan karena koneksi internet yang tinggi, suasana yang kondusif, terletak di pusat kota dan buka hingga jam 9 malam.
Perpustakaan Provinsi Jakarta


Sesuai namanya, perpustakaan ini merupakan perustakaan yang didirikan oleh pemerintah provinsi Jakarta. Peprustakaan ini terletak di kawasan Cikini yang menyatu dengan Taman Ismail Marzuki.
Perpustakaan ini mungkin lebih banyak menarik pengunjung karena desainnya yang aesthetic dan minimalis. Peprustakaan ini memiliki empat lantai dan terhubung langsung dengan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin.
Sama halnya dengan Perpusnan, kamu perlu mengganti tasmu dengan tas transparan yang disediakan oleh pustakawan. Hanya saja untuk masuk ke perpustakaan ini kamu perlu reservasi kunjungan terlebih dahulu baik lewat web amupun aplikasi. Reservasi ini digunakan untuk setiap orang karena terbatasnya kuota pengunjung, reservasi ini akan terhubung langsung oleh Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Buku yang disediakan memang tidak sebanyak Perpusnas, namun buku di peprustakaan ini banyak buku terbaru dan kondisi buku yang lebih bersih. Berbeda dengan penggunaan rak besi oleh Perpusnas, Perpustakaan Jakarta menggunakan rak berbahn kayu yang tidak terlalu tinggi dan jarak antar rak cukup berjauhan.
Beberapa kesamaan fasilitas dengan Perpusnas adalah perpustakaan ini juga menyediakan ruang baca anak, ruangan bilik, ruang diskusi kelompok dan penggunaan komputer. Sayangnya, selain warga Jakarta, pengunjung tidak dapat meminjam buku. Jika kamu bersekolah atau bekerja di Jakarta kamu akan diverifikasi terlebih dahulu untuk menjadi anggota.
Overall, jika untuk bekerja dan belajar di Perpustakaan Jakarta cukup nyaman. Namun jika kamu ingin lebih fokus kamu bisa mengambil ruang baca di PDS HB Jassin karena lebih sedikit orang yang berlalu lalang. Di perpustakaan ini menyediakan beberapa kursi di luar ruangan ber AC namun tidak ada kursi baca yang lebih santai seperti di Perpusnas. Perpustakaan ini buka hingga jam 8 malam untuk hari Jum’at-Minggu.
Nah itu dia perbandingan dari Perpusnas dan Perpustakaan Jakarta. Untuk akses keduanya sangat strategis karena dapat dijangkau dnegan transjakarta dan commuter line. Kamu bisa berkunjung, bekerja atau belajar di perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Yuk, jadikan perpustakaan sebagai ruang publik favorit dan bersama tingkatkan angka melek literasi di Indonesia.

