What’s Behind The Book
- Judul: Things Left Behind
- Penulis: Kim Sae Byoul dan Jeon Ae Won
- Penerbit: Gramedia
- Halaman: 224
- Genre: Self Improvement
- Tahun Terbit: 2022
- Harga: Rp. 79.000
- Blurb:
Apakah yang akan terjadi setelah kita mati? Bagaimanakah kisah sesungguhnya di balik kematian seseorang? Sungguhkah kesepian bisa membuat orang kehilangan semangat hidup?
Buku ini mengungkap beragam kisah nyata di balik kematian yang diceritakan oleh seorang pengurus barang-barang peninggalan orang yang sudah meninggal, baik yang meninggal karena sebab natural maupun tidak. Saat diminta membersihkan barang milik orang yang telah meninggal, terkadang ditemui kasus-kasus mengejutkan, seperti orang tua yang meninggal tanpa diketahui orang lain dan jenazahnya baru ditemukan berminggu-minggu kemudian.
Ditulis dengan jernih dan menyentuh, buku yang mengilhami K-drama Move to Heaven ini menggabungkan pengalaman pribadi dan renungan personal dengan bahasa yang mengalir dan enak dibaca.
Inilah buku menarik yang akan membuat pembaca menangis terharu, sekaligus menyadarkan kita akan hal-hal penting yang selama ini luput dari perhatian, antara lain betapa berharganya kehidupan, keluarga, kasih sayang, dan persahabatan.
Why I Read This Book?
Kalau dulu selalu ikut update buku terbaru dari media sosial penerbit atau langsung ke gramedia, sekarang kayanya lebih sering simak e-commerce aja. Jadi waktu lagi scrolling liat buku ini muncul dan sepertinya akan menarik untuk dibaca. Visual dari covernya pun aku suka karena tipe-tipe full ilustrasi.
Selain itu, aku juga lebih menyukai buku self improvement dari Korea karena banyak kisah menyentuh dengan alur yang lebih mudah aku pahami.
Buku ini mendekam cukup lama sih di keranjang belanja. Selain karena ada aja yang lebih urgen, sambil tunggu turun harga juga heh. Alhamdulillahnya, buku ini aku aku dapatkan secara gratis karena hadiah ulang tahun dari adikku. Yeay jadi buku kali ini Rp. 0.
My Impression and Rating
Waktu pertama kali bukunya datang, aku pikir covernya tipe yang licin ata timbul gitu (?), tapi ternyata justru kayak berbahan kertas tebal dan warnanya gak setebal yang ditampilin. Sampai aku mikir apa ini gak ori ya saking bedanya dari bahan cover pada umumnya. Tapi pas dicek lagi ternyata memang bahannya seperti itu. Jadi mungkin emang ada perubahan bahan cover buku kali ya (?)
Langsung aja lanjut ke isinya, jadi over all buku ini membahas tentang beberapa kisah nyata yang dialami penulis sebagai pekerja pengurus barang-barang peninggalan orang meninggal. Iya, pekerjaan seperti ini nyata adanya di Korea. Meskipun belum banyak pesaing, permintaan akan layanan seperti ini cukup tinggi di Korea.
Pekerjaan seperti ini mungkin terdengar asing dan hanya nampak seperti di drama saja, apalagi bagi kita orang Indonesia. Namun mengingat karakteristika masyarakat disana yang mungkin selalu sibuk dengan kondisi masing-masing, kehadiran pekerjaan ini justru sangat membantu mereka. Beda halnya di Indonesia, mugnkin hal ini justru langsung dikerjakan oleh keluarga yang ditinggalkan.
Lewat kisah-kisah yang disampaikan penulis berdasarkan kisah nyata ini membawa banyak pesan menyentuh yang bisa kita pelajari dari mereka yang telah tiada. Ada beragam kisah yang aku temuka, mulai dari kasus bu*nuh diri, penyakit hingga pembunuhan. Kisah kematian ini bahkan tidak hanya menimpa para lansia dan orang tua, tapi bahkan kepada orang dewasa dan remaja.
Ternyata banyak hal yang bisa kita dapatkan dari setiap kisah tersebut. Mulai dari kesepian yang dialami orang tua karena anak, remaja yang tertekan karena tuntutan berbagai pihak hingga masalah orang dewasa lain yang sering dijumpai.
Buku ini tidak hanya mengajarkan pelajaran berharga dari orang-orang yang telah meninggalkan lebih dulu, tapi juga dari bagaimana mereka yang ditinggalkan menghadapi situasi sulit tersebut. Sayangnya masih ada diantara mereka yang justru tidak merasa kehilangan, merasa terbebani hingga hanya memikirkan warisan yang ditinggalkan.
Dari setiap kisah yang diceritakan penulis, penulis juga memberikan beberapa pemikiran dan pelajaran berharga yang bisa kita renungkan. Buku ini pasti membuka pandangan lain bagi kamu dalam melihat dunia, kematian dan berhubungan dengan orang sekitar.
Nilai yang paling banyak ditekan oleh penulis adalah bagimana kita yang masih hidup harus mampu menjalani kehidupan yang sebaik mungkin agar nantinya kita bisa meninggalkan dunia dalam keadaan terbaik tanpa memberikan penyesalan pada diri sendiri dan orang yang ditinggalkan.
Penulis juga menekankan bagimana sebaiknya kita harus lebih memperhatikan dan mengasihi orang-orang terdekat kita. Karena hal sepele seperti menanyakan kabar justru bisa sangat berarti dan berharga untuk mereka yang tengah bertahan menjalani kehidupan.
Di akhir, penulis juga memberikan 7 prinsip untuk mengakhiri hidup dengan indah, yaitu:
- Biasakan merapihkan barang dan membangun ketertiban dalam hidup
- Jika tidak bisa berbicara langsung, sampaikanlah lewat tulisan
- Simpan barang yang penting ditempat yang mudah ditemukan
- Jangan rahasiakan penyakit
- Nikmati apa yang kamu miliki
- Jalani hidup untuk diri sendiri, bukan orang lain
- Buatlah kenangan yang indah dengan orang terkasih
Overall buku ini hadir menjadi pengingat yang hangat di tengah kesulitan hidup yang sedang dialami. Karena menyimak kisah nyata, kita akan jauh lebih mudah melihat hikmah yang terjadi. Buku ini aku beri rating 4.8/5. Jadi, jangan ragu untuk beli ya!
Favorite Quote
Semuanya bekerja keras di tempat masing-masing demi hidup yang lebih baik, tetapi mereka tidak mengerti kesusahan satu sama lain.
Kita tidak boleh membicarakan tentang kematian karena arti dari hidup adalah perintah untuk kita tetap hidup.
Apa masalahnya jika aku berjalan dengan perlahan ke arah yang berbeda dengan dunia? Justru aku akan bisa menikmati keseruan karena menjalani hidup yang berbeda dengan orang lain.

