Review Buku: How To Respect Myself

3–5 menit
REVIEW BUKU HOW TO RECPECT MYSELF

What’s behind the book?

  • Judul             : How To Respect Myself
  • Penulis          : Yoon Hong Gyun
  • Penerbit        : Transmedia
  • Halaman       : 342
  • Genre            : Pengembangan Diri (Self Improvement)
  • Harga            : Rp. 99.000
  • Tahun Terbit : 2020
  • Blurb              :

BAGAIMANA ANDA MENJAGA DAN MENCINTAI DIRI SENDIRI?

Metode Pelatihan Mandiri untuk Harga Diri ala Dokter Kejiwaan ‘dr. Yoon si Penjawab’

Selain mengandung 24 latihan untuk meningkatkan kepercayaan diri, buku ini juga terbagi dari tujuh bagian berikut.

Bagian pertama penanganan kesalahpahaman dan prasangka atas ‘harga-diri’ serta mengajak Anda menyadari pentingnya kepercayaan diri dalam kehidupan.

Bagian dua dan tiga memaparkan penanganan hubungan percintaan, relasi, dan perpisahan yang dapat menurunkan kepercayaan diri.

Bagian empat dan lima merupakan ‘panduan menangani emosi’. Dalam bagian-bagian ini disertakan tip dan trik menangani perasaan rendah diri, seperti membenci diri sendiri, depresi, dan kecemasan.

Bagian enam dan tujuh memaparkan berbagai tip praktis, spesifik, dan efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Setelah membaca buku ini, pada akhirnya Anda akan memiliki perspektif hidup yang berbeda dan mulai mencintai diri sendiri apa adanya. Tak ada lagi kebimbangan dalam memutuskan segala hal dan terpengaruh pendapat atau penilaian orang lain.

Why i read this book?

Sabtu lalu, aku pergi mengunjungi sebuah toko buku di mall. Awalnya aku hanya ingin melihat-lihat dan kemungkinan besar akan membeli buku yang sudah aku daftar sebelumnya. Namun aku sedikit bimbang buku mana yang akan aku dahulukan saat itu.

Sembari memutuskan, aku melihat buku ini di salah satu deretan rak terpisah. Sepertinya ini termasuk buku yang laris karena ditempatkan di rak khusus. Lagi pula, buku ini sudah terlabeli #1 Best Seller di Korea Selatan.

Segera setelah aku membaca blurb dan melihat sekilas isi bukunya, timbul keinginan untuk membacanya. Buku ini cenderung menekankan pada pelatihan mandiri dalam menghargai diri.

Karena sepertinya buku ini akan cocok dengan keadaanku, aku pun membelinya. Aku merasa bersemangat sekali, sudah lama tidak begitu tertarik membaca jadi aku pulang dengan perasaan tidak sabar untuk membacanya.

Baca Juga: REVIEW BUKU “SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT”

My impression and rating:

Pada tiga bagian pertama menjelaskan dengan detail apa itu harga diri, hal-hal yang sering seringkali disalahartikan tentangnya, emosi terkait harga diri, hubungan harga diri dengan orang lain dan diri sendiri. Secara umum buku ini menjelaskan istilah ‘harga diri’ dengan sangat baik sehingga mudah dipahami.

Hanya saja, menurutku ada beberapa bagian yang masih banyak mencantumkan istilah kedokteran yang susah dipahami. Setelah selesai topik pembahasan, kita akan disuguhkan dengan  latihan sederhana yang menurutku cukup menyenangkan. Sementara pada bagian keempat hingga ketujuh pembahasan lebih fokus kepada tips atau cara untuk meningkatkan harga diri.

Karena ini merupakan buku pengembangan diri, saat membaca buku ini aku sarankan lebih baik pada sore atau malam hari atau pada saat-saat diri sedang rileks dan santai. Karena latihan pada buku ini cenderung akan mengingat kembali kejadian yang terjadi pada hari itu.

Sebaiknya pula tidak usah terburu-buru untuk membacanya, karena kita butuh keluasaan untuk menyerap apa yang disampaikan dengan baik. Namun, itu juga kembali kepada ‘gaya membaca’ masing-masing.

Buku ini tidak hanya fokus pada satu sisi (orang dengan haga diri rendah), namun juga ikut membandingkan bagaimana perbedaannya dengan orang yang memiliki harga diri tinggi. Jadi secara langsung, pembaca yang merasa harga dirinya rendah bisa melihat dampak nyata yang akan diterima.

Banyak hal yang aku kagumi dari buku ini, karena ketika kita membaca buku pengembangan diri hal yang paling diuntungkan adalah kita menjadi lebih mengenal diri kita. Kita mendapatkan hal baru dalam bagaimana berhubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Ada dua hal yang paling berkesan menurutku dari buku ini. Pertama, orang yang sensitif atau pun over-thinking hampir semuanya berawal dari suka mengait-ngaitkan suatu hal dengan yang lain. Menurutku ini tepat sekali, kalau saja kita berhenti untuk tidak mengaitkan satu hal dengan hal lain kita tidak akan  merasa kecewa hanya karena hal-hal kecil.

Kedua, buku ini memberikan tips bagaimana menanggapi kritikan orang lain agar tidak terjadi adu mulut. Topik ini amat berguna menurutku, karena tanpa sadar, kritikan selalu membuat kita menjadi semakin melemah.

Meskipun buku ini merupakan terjemahan, bahasa yang disajikan dapat dengan mudah dipahami pembaca sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah diterima.

Aku sangat merekomendasikan buku ini bagi kalian yang seringkali merasa tidak percaya diri, minder atau insecure. Meskipun hasil tiap orang akan berbeda, setidaknya akan lebih baik karena kalian mulai mengenali diri sendiri. Karena itu untuk rating buku ini aku beri 4,8/5.

Favorite Quote:

Kita bisa berbahagia tanpa perhatian orang lain. 

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca