REVIEW BUKU SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

Review Buku: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

What’s behind the book?

  • Judul             : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
  • Penulis          : Mark Manson
  • Penerbit        : Grasindo
  • Halaman       : 246
  • Genre            : Pengembangan Diri (Self Improvement)
  • Harga            : Rp. 67.000
  • Tahun Terbit : 2018
  • Blurb              :

Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, seorang bloger superstar menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi “positif” di setiap saat.
 
Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson-melalui blognya yang sangat populer-telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren itu di dalam buku hebat ini.
 
Manson melontarkan argumen bahwa manusia tak sempurna dan terbatas. Begini tulisnya, “tidak semua orang bisa menjadi luar biasa-ada para pemenang dan pecundang di masyarakat, dan beberapa di antaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda.” Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya-baginya, ini adalah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan, dan ketidakpastian-tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan-saat itulah kita bisa mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga.
 
“Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda.” Manson menciptakan momen perbincangan yang serius dan mendalam, dibungkus dengan cerita-cerita yang menghibur dan “kekinian”, serta humor yang cadas. Buku ini merupakan tamparan di wajah yang menyegarkan untuk kita semua, supaya kita bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih memuaskan, dan apa adanya.

Why i read this book?

Siapa sih yang ga kenal buku satu ini. Buku yang identik dengan warna oranye dan selalu menduduki top 10 best seller toko buku ini akhirnya aku baca. Berhubung aku sedang mengikuti Klub Pecinta Nonfiksi dari Grasindo, aku pun tertarik untuk membaca buku ini. Dilihat dari judulnya, kata bodo amat (giving a fuck) lah yang menurutku menjadi daya tarik sekaligus daya jual dari buku ini.

Terlebih untuk hidup di tengah budaya yang selalu diiringi dengan pendapat orang, menggiring banyak anak remaja hingga orang dewasa tertarik untuk membacanya. Dan ya, setelah aku baca pun aku menjadi paham mengapa buku ini bisa menjadi buku yang laris di berbagai negara.

Baca Juga: REVIEW BUKU “HARGAI DIRI SENDIRI DAN BERHENTILAH TERSAKITI”

My impression and rating:

Seperti judulnya yang unik, pembahasan dalam buku ini juga tidak seperti buku self improvement lainnya. Penulis bahkan memperingkatkan di awal bahwa buku ini akan berisi sebuah ‘pendekatan yang waras dalam menjalani hidup yang baik’ dan menyebutkan kekurangan isi lainnya dari buku ini. Penulis membagi bab ke dalam pembahasan yang sering kali dialami orang dewasa pada umumnya termasuk yang terjadi pada kehidupannya.

Pembahasannya banyak mematahkan prasakangka yang sering dibicarakan, seperti bahwa kita harus selalu berusaha maka jangan berusaha, kebahagiaan itu segalanya maka kebahagiaan itu masalah, Anda istimewa maka Anda tidak istimewa dan sebagainya.

Hal yang paling ditekankan penulis adalah daripada seseorang terus menerus berpacu pada hal yang positif, lebih baik untuknya menerima hal negatif dalam dirinya terlebih dahulu. Saat seseorang memaksakaan diri untuk tetap positif sepanjang waktu maka ia mengingkari keberadaan suatu masalah.

Kata ‘bodo amat’ dalam judul buku ini pun bukan bermaksud pada sikap acuh terhadap kesulitan yang dihidapi, melainkan kita perlu peduli pada sesuatu yang jauh lebih penting dari pada kesulitan itu sendiri.
 
Dalam buku ini juga penulis menyadarkan bahwa memang akan ada hal-hal diluar kuasa kita yang tetap harus kita pertanggungjawabkan karena memang inilah bagian dari kehidupan.

Bertanggungjawab dalam suatu permasalahan tidak sama dengan menjadi pihak yang dipersalahkan. Hal yang aku sukai adalah bagaimana penulis menceritakan kisahnya dari diri yang masih bermasalah hingga tumbuh menjadi diri yang lebih baik.

Dimulai dari menerima hal-hal maupun kejadian buruk di masa lalunya, merenungkannya hingga diakhir ia mampu mengambil makna kehidupan setelahnya. Terlebih, penulis telah mencontohkannya dengan baik dalam kenyataan.

Aku pun salut dengan perjuangan penulis yang rela meninggalkan pekerjaannya untuk memulai kembali apa yang dia inginkan melalui media yang dia kuasai. Konsistensi dalam mewujudkan impian menjadi seorang penulis ini seoalh menyindir diriku untuk mulai menggapai impian. Hingga kini penulis pun masih aktif dalam blog pribadinya dan masih menerima kisah dari banyak orang.

Buku ini mampu menyediakan terjemahan yang mudah dimengerti. Sekalipun ada pembahasan ilmiah yang disebutkan, dapat dengan mudah dipahami dan penulis dengan sendiirnya memberikan inti yang dibahas. Hanya saja hal ini tidak terlepas pada gaya penulisan yang cenderung kaku. Tapi tetap dapat dimengerti kok hehe!

Buku ini cocok untuk dibaca bagi siapapun yang menginginkan perubahan kecil namun berdampak pada kehidupan karena pendekatan yang diberikan memang cukup jelas untuk diterapkan dalam keseharian. Rating yang dapat aku berikan adalah 4.8/5. Such an inspirational story!

Favorite Quote:

Jika seseorang lebih baik daripada Anda mengenai suatu hal, sepertinya itu karena dia telah mengalami kegagalan lebih banyak daripada Anda. Jika seseorang lebih buruk dari Anda, sepertinya itu karena dia belum mengalami semua pengalaman belajar yang menyakitkan seperti yang Anda rasakan.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca