Review Buku: Merawat Luka Batin 

3–5 menit
BUKU MERAWAT LUKA BATIN

What’s behind the book?

  • Judul : Merawat Luka Batin 
  • Penulis : dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
  • Halaman : 312
  • Genre : Self Improvement
  • Tahun Terbit : 2022
  • Harga : Rp. 98.000
  • Blurb :


“You are what you think,” begitu kata banyak orang. Padahal, ketika saya berpikir saya kaya, uang dalam rekening saya tidak otomatis bertambah. Akan lebih tepat jika kutipan ini sedikit diubah menjadi “You are how you think”, karena perasaan dan diri kita bergantung pada bagaimana cara kita berpikir.

Buku ini berisi tentang proses berpikir, bukan sekadar berpikir dengan positif. Saat perasaan sedang tidak baik-baik saja, terlebih pada keadaan depresi, proses pikir kita biasanya ikut andil dalam memperburuk keadaan. Namun, sulit bagi kita untuk menyadari proses berpikir yang bermasalah ini karena kita menganggapnya sebagai cara kita melihat realitas. Menyadari pikiran yang keliru saat hal itu muncul bukanlah hal yang mudah.

Buku ini memuat beberapa pola untuk membentuk cara berpikir yang tepat. Tak hanya orang-orang yang sedang merawat luka batin, para caregiver dan penyintas depresi juga bisa menarik manfaat dari buku ini. Semoga buku ini juga bisa menghapus stigma tentang depresi dan menunjukkan bahwa gangguan kejiwaan, termasuk depresi, bisa dialami siapa saja

Why i read this book?


Awal mula tertarik buku ini karena setiap baca buku self improvement dari Korea sering menemukan penulis buku ini memberikan pengantar di awal buku. Sebagai seorang Psikiatri pembahasan mengenai self improvement tentunya sudah menjadi makanan sehari-hari.

Namun aku menjadi begitu tertarik setelah membaca tulisan pengantar yang mudah dipahami sehingga membuatku ingin melihat bagaimana hasil karya dari penulis tersebut.

Terelebih pembahasan dari buku ini pun menjadi salah satu dari beberapa hal yang ingin aku pelajari. FYI, penulis juga aktif sebagai content creator kesehatan mental di berbagai jejaring media sosial.

Karena harga buku yang cukup mahal, aku pun mencari waktu yang tepat untuk membelinya dan yeay aku mendapatkan harga terbaik setelah melihat buku ini flash sale di salah satu e-commerce.

Baca juga: REVIEW BUKU: HIDUP BUKAN CUMA TENTANG BAHAGIA

My Impression & Rating


Sebetulnya praduga awal aku melihat buku ini adalah bagaimana penulis mengiring pembaca mengenai cara berdamai dan merawat luka atau trauma batin. Namun ternyata buku ini membahas tentang halyang berkaitan dengan depresi, pikiran, terapi dan latihan serta intervensi.

Meskipun demikian menurutku esensi penyampaian mengenai merawat luka batin ini cukup tersampaikan. Aku belajar banyak hal terutama mengenai pikiran-pikiran yang sering kali muncul dan menganggu kehidupan.

Penulis selalu menekankan bahwa pikiran memiliki banyak jenisnya dan bahwa pikiran yang selama ini singgah dan menggangu itu bukanlah realitas, melainkan persepsi atau pendapat kita mengenai suatu kejadian.

Untuk bisa memiliki keseimbangan dalam kehidupan kita perlu membuang jauh-jauh pikiran yang merugikan kita dan tidak boleh mempercayainya. Penting juga bagi kita untuk menerima tanpa menghakimi setiap perasaan yang muncul dalam diri kita. Selain membahas pikiran, buku ini juga membahas tentang emosi.

Menurut penulis, emosi yang positif belum tentu baik dan emosi negatif belum tentu buruk. Hal ini karena setiap emosi adalah baik karena merupakan reaksi yang normal terjadi terhadap suatu peristiwa. Hanya saja reaksi dan tindakan impulsif yang timbul akibat emosi inilah yang perlu diperbaiki karena akan berdampak baik/buruk dalam kehidupan. 

Penulis secara umum banyak membahas perihal depresi mulai dari tanda dan gejala, hal-hal yang mempengaruhinya, dampak serta cara keluar dari depresi dan menangani orang yang depresi. Hampir di setiap bab nya penulis memberikan latihan-latihan kecil untuk membantu penderita maupun caregiver dalam melawan depresi.

Meskipun sebetulnya aku tidak benar-benar mengikuti apa yang dilatihkan, tapi banyak hal dari buku ini yang cukup membekas dan membantuku dalam melihat sudut pandang yang lebih baik. Bahkan ada satu bagian yang membuatku seolah sesak dan ingin mengeluarkan air mata. 

Buku ini sendiri mungkin tidak seringan buku self improvement lainnya, karena memang bukan berbentuk jurnal maupun catatan harian ringan. Bahasa yang digunakan buku ini cukup baku dengan perumpamaan seperti membaca artikel dan makalah.

Beberapa kali penulis juga memasukkan foto otak, tabel perbandingan dsb. Bagiku sendiri ini bukanlah hal yang menganggu, bahkan baik untukku melihat sisi ilmiah dari pembahasan ini. Aku menghabiskan buku ini kurang lebih dua minggu dengan membacanya setiap kali berangkat maupun pulang kerja.

Buku ini cocok dan sesuai bagi mereka yang ingin mengarahkan pikiran negatif menjadi lebih positif serta bagi penderita maupun pendamping dari orang yang depresi. Secara keseluruhan, aku merasa puas dan senang membaca buku ini karena itu aku beri rating 4.8/5. Jangan lupa beli buku ini dan selamat membaca!

Favorite Quote:


Sayangnya, di era manusia yang malas berempati dan cepat menghakimi seperti saat ini, kita lebih mudah melayangkan tudingan dan omongan ketimbang hadir mendengarkan dan berusaha mengerti apa yang orang lain rasakan.


Anda sebenarnya bukan ingin mengakhiri hidup, tetapi ingin mengakhiri rasa sakit. Percayalah, rasa sakit akan berlaku dan kita tidak membutuhkan bunuh diri untuk meredakan rasa sakit sesaat.

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca