KETIKA AKU TAK TAHU APA YANG AKU INGINKAN

Review Buku: Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan

What’s behind the book

  • Judul : Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan
  • Penulis : Jeon Seunghwan
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
  • Halaman : 268
  • Genre : Self Improvement
  • Tahun Terbit : 2021
  • Harga : Rp. 86.000
  • Blurb :

Apa yang benar-benar aku inginkan? Apakah aku sudah hidup dengan benar? Bagaimana aku harus menjalani hidup ke depannya? Kehidupan laksana rangkaian pertanyaan yang tiada berakhir. Menemukan jawabannya dengan kekuatan sendiri tidaklah mudah.

Mengapa hatiku selalu merasa sepi dan hampa? 

Mengapa bertemu orang lain menjadi hal yang melelahkan? 

Mengapa aku tidak merasa bahagia padahal sudah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya? 

Apakah hidup tanpa jiwa seperti ini bisa disebut kehidupan? 

Kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus berputar di kepala, kita jadi kelelahan dan kehilangan semangat melakukan segala hal. Kita jadi bisa sering menangis tiba-tiba. Tangisan itu muncul dari luapan emosi kita yang terpendam ketika menjalani hari-hari yang sibuk—tak punya waktu untuk menenangkan hati dan tubuh yang letih atau memikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dalam tujuh tahun terakhir, penulis buku ini membagikan berbagai kalimat baik melalui berbagai aktivitas di “thebookman” melalui media seperti Facebook dan Kakao Story. Banyak orang dari berbagai generasi, pekerjaan, dan gender merasa terinspirasi dan mengatakan tulisan tersebut bagaikan “kalimat yang mengerti isi pikiran saya”

Why i read this book

Seperti setiap bulannya, saat memasuki Desember aku perlu membaca satu buku. Saat itu sempat bingung untuk memilih diantara dua buku dan akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini setelah membaca kembali blurbnya. Sepertinya blurb ini adalah rangkuman dari perasaan yang aku rasakan dalam beberapa bulan terakhir.

Aku rasa isi buku ini akan lebih sesuai dengan keadaanku sekarang yang tidak mengerti apa yang aku inginkan. Karena itu saat harbolnas kemarin, aku membelinya dan tanpa diduga kemarin lusa Gramedia memberikan diskon 50% hampir seluruh buku dengan pembelian secara online. Yah, sayang sekali ya. 

Baca Juga: REVIEW BUKU: KITA ADALAH SIAPA YANG KITA TEMUI

My Impression & Rating:

Sebetulnya jika melihat dari blurb saja aku pikir buku ini akan easy reading, namun setalah membaca sekitar 10-15% awal dari buku ini justru aku merasa cukup jenuh.

Keinginan untuk lanjut membaca menjadi tertunda karena aku menilai bahwa buku ini cukup sulit dipaham. Mungkin karena faktor terjemahan dan pembahasan yang terlalu kaku sehingga membuatku sulit untuk mengertinya.

Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan dari penulis yang juga diiringi dengan kalimat kutipan dari beberapa puisi, buku, musik hingga film yang dikumpulkan penulis. Dalam beberapa bagian, terjemahan kutipan tersebut menurutku kurang sesuai sehingga cukup mempengaruhi nilai yang ingin disampaikan. Dengan gaya penulisan yang cenderung formal dapat aku rasakan penyampaian yang terlalu kaku.

Terlepas dari kekurangan terjemahannya, buku ini cukup bagus. Buku ini memberikan pemahaman mengenai beberapa hal yang mungkin sering dirasakan saat masa dewasa awal. Keraguan diri, mimpi, hubungan keluarga, karir hingga percintaan. Bahkan beberapa kali aku mendapati air mataku ikut menetes karena tulisan dari buku ini.

Buku ini banyak menggambarkan mereka yang mungkin merasa lelah, ingin berhenti, takut memulai hingga tidak tahu apa yang diinginkan. Buku ini juga memasukkan beberapa pengalaman penulis yang sesuai dengan topik yang dibahas. Selain itu, buku ini merupakan realisasi dari hobi penulis yang suka membagikan potongan kutipan bagus di media sosialnya.

Penulis ingin membagikan tulisan tersebut agar bisa memberikan kata-kata penyemangat yang mungkin saja bisa memberikan kenyamanan dan membekas di hati orang lain seperti yang penulis rasakan. Penulis juga memberikan pembahasan tambahan di setiap kutipan tersebut untuk mempertegas dan memberikan pemahaman yang lebih jelas.

Salah satu yang membuatku salut adalah bahwa penulis mampu menyimpan semua kutipan dan mendokumentasikannya dengan sangat baik. Pembaca juga bisa menambah bahan bacaan dari berbagai karya yang dicantumkan penulis.

Overall, buku ini cocok untuk seseorang yang mungkin sedang bingung, bimbang dan gelisah atau bahkan ingin menyerah. Buku ini bisa dibaca saat sedang butuh dukungan, semangat dan bimbingan.

Meskipun tidak ada jaminan, setidaknya pikiran kita menjadi lebih terbuka dan lebih siap menghadapi kehidupan. Aku beri nilai 4.5/5. Selamat Tahun Baru 2023!!

Favorite Quote:

Menyedihkan bila jumlah orang yang biasa hidup dengan kemalangan terus meningkat dibandingkan dengan yang biasa hidup dengan kebahagiaan.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca