What’s behind the book?
- Judul : Kita Adalah Siapa yang Kita Temui
- Penulis : You Yeongmahn
- Penerbit : Transmedia
- Halaman : 255
- Genre : Self Improvement
- Tahun Terbit : 2021
- Harga : Rp. 96.000
- Blurb :
Duh, Jadi orang kok julid amat sih, bikin males temenan aja!
Seberapa sering hubungan antarmanusia yang kita jalani menjadi buruk akibat karakter orang yang kita temui. Atau, jangan-jangan malah karakter kitalah yang membawa ‘racun’ dalam hubungan antaramanusia.
Seseorang yang kita kenal bisa saja sekadar lewat dalam kehidupan kita tanpa memberi makna khusus. Tapi, dapat pula orang-orang itu bersemayam dalam hidup kita. Itu semua tergantung bagaiman kita memaknai hubungan yang terjalin dengannya. Melalui orang lain, kita belajar bagaimana membentuk karakter diri. Begitu pulu, orang lain bisa menjadi lebih baik jika kita memberikan pengaruh yang positif.
Buku ini mengajak kita menjadi sosok #orangyangbeda. Beda dalam artian tidak menyia-nyiakan waktu untuk memperburuk diri. Kita diajak pula mengenali karakter orang sehingga dapat menyiasati hubungan antarmanusia untuk menjadi lebih sehat. Karena pada dasarnya kita adalah siapa yang kita temui.
Why i read this book?
Saat sedang mendata beberapa buku yang ingin dibeli, aku menemukan buku ini di salah satu toko buku online langganan. Judul dan blurb dari buku ini membuatku cukup tertarik dan ingin mengetahui bagaimana isi buku ini. Terlebih, di tengah sengitnya hubungan antar manusia saat ini membuatku berpikir apakah benar bahwa kita menjadi cerminan dari orang-orang sekitar kita.
Apakah benar orang yang kita temui menggambarkan diri kita dan apakah benar lambat laun setiap orang akan menjadi sama dengan orang terdekatnya. Buku ini menjadi buku pertama yang aku baca di awal tahun 2023.
Baca Juga: REVIEW BUKU “KETIKA AKU TAK TAHU APA YANG AKU INGINKAN”
My Impression & Rating:
Saat memikirkan bagaimana aku harus mengulas buku yang cukup lama menghabiskan waktu untuk menyelesaikannya, aku memperhatikan detail dari setiap buku ini. Ah, ternyata cover buku ini mengambil latar puluhan manusia yang sedang berjalan.
Nampak ada yang berjalan dengan langkah terbuka, langkah kecil atau bahkan berdiam yang sejalan dengan tema yang dibahas. Penulis dari buku ini pun merupakan seorang knowledge ecologist yang memang sudah mempelajari hubungan antar manusia bertahun lamanya.
Awal membaca buku ini aku begitu senang karena penulis menggambarkan berbagai jenis karakter orang yang sebaiknya kita hindari dan jauhkan. Sembari membaca aku pun melihat kembali apakah benar ada orang-orang seperti ini di sekitarku.
Saat ku sadari ternyata aku perlu begitu bersyukur karena masih banyak orang dengan karakter baik yang berada di sekelilingku. Hanya dengan membaca karakter yang penulis jabarkan saja membuatku mengerti bagaimana menyeramkan dan melelahkannya menghadapi orang-orang seperti ini.
Entah bagaimana setelah aku membaca bagian dari jenis-jenis karakter yang perlu dihindari ini, tidak lama aku justru dipertemukan dengan sebagian dari mereka. Bak seharusnya mengaplikasikan apa yang terjadi dalam buku ini, aku justru terjebak dan kalah dalam menghadapi mereka yang memiliki karakter istimewa ini.
Ternyata, dikelilingi orang-orang yang memiliki perawakan buruk begitu hebat mempengaruhi diri. Singkatnya, aku berada di dalam kondisi sulit dalam berhubungan dan komunikasi dengan mereka yang hanya mau menang sendiri, hanya mencari kejelekan orang lain, muka tembok, melanggar aturan dan sebagainya. Ah, hubungan antar manusia bisa menjadi semengerikan ini.
Selain merasa bahwa energiku begitu habis setelah bekerja dan bertemu dengan orang-orang seperti ini, aku menjadi begitu sulit hanya untuk lanjut membaca buku ini.
Nyatanya, praktik memang tidak semudah itu, bahwa ada begitu banyak hal yang masih harus diasah dalam menghadapi orang-orang seperti itu. Barulah setelah aku menyelesaikan semua problematika tersebut, aku bertekad untuk menyelesaikan buku ini.
Selain membahas tentang berbagai karakter manusia yang perlu dihindari, buku ini juga mengkampanyekan untuk tumbuh menjadi #orangyang beda. Menjelaskan bagaimana agar bisa menjadi orang beda dengan karakter baik dan positif, merubah sudut pandang menjadi lebih objektif, meninggalkan hal maupun kebiasaan yang tidak baik dan bagaimana hubungan antar manusia terjalin.
Beberapa bagian dari buku ini juga banyak memberikan masukan bagaimana cara hidup dan bersikap yang lebih baik yang tidak jarang juga menjadi sentilan bagiku untuk berubah menjadi lebih baik.
Untuk bahasa penulisan, aku merasa semakin jauh ke belakang, bahasa yang digunakan menjadi terlalu baku dan formal sehingga lebih sulit dipahami. Meskipun demikian, aku merasa senang membaca buku ini karena memperingatkanku untuk menghindari orang-orang ini.
Overall, aku beri penilaian 4.6/5 untuk keseluruhan isi buku ini. Bagi yang tertarik, jangan lupa untuk beli bukunya disini ya. Selamat membaca!
Favorite Quote:
Apabila kewajiban yang seharusnya dilakukan sendiri dianggap milik orang lain aka sistemdalam masyarakat lama-lama bisa hancur.

