5 Psikotes Ini Sering Digunakan Untuk Proses Rekrutmen Kerja

3–4 menit
,
5 Psikotes Rekrutmen

Dalam proses rekrutmen seringkali dijumpai dengan tahap asessmen atau penilaian berupa pengerjaan tes psikologi atau disebut psikotes. Psikotes merupakan tes psikologi yang digunakan untuk menilai dan menggambarkan kecenderungan perilaku atau kepribadian individu.

Psikotes ditujukan untuk melihat gambaran calan karyawan manakah yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Dalam pengerjaanya, setiap calon karyawan diharapkan untuk mengisi jawaban yang sebenar-benarnya dan sesuai dengan keadaan masing-masing. Oleh karena itu, tidak perlu menjawab berdasarkan hal yang dianggap baik oleh kebanyak orang, karena dapat mempengaruhi kinerja di masa depan.

Lantas, apa saja jenis psikotes yang sering digunakan untuk proses rekrutmen? berikut lima diantaranya.

DISC (Dominant, Influence, Steadiness, Compliance)

Dikutip dari jurnal, DISC merupakan tes kepribadian yang digunakan untuk menilai seorang karyawan berdasarkan empat fungsi kepribadian, yaitu Dominant (sifat dominan/kuasa), Influence sifat mmepengaruhi orang lain), Steadiness (kestabilan) dan Compliance (sifat pemikir/kritis).

Tes ini dapat menilai perilaku individu dalam lingkup kerja dan bagaimana ia menyelesaikan masalahnya. Termasuk menilai ciri-ciri perilaku mana yang memotivasi dan gaya komunikasi kerjanya.

Tes ini terdiri dari serangkaian pernyataan dimana dalam setiap nomornya akan tersedia dua kolom yang berisi 8 pernyataan dan peserta diminta untuk memilih satu pernyataan yang paling sesuai dan satu pernyataan yang paling tidak sesuai. 

Kraeplin

Pernah ikut psikotest yang kertas soalnya berisi ratusan angka saja lalu menjumlahkan setiap dua angka secara berurutan dari bawah? Ya, itulah test kraeplin. Menurut jurnal ini, tes ini merupakan tes kepribadian yang digunakan untuk melihat sikap seseorang saat bekerja, yaitu ketahanan, tekanan, ketelitian, konsistensi dan kecepatan waktu.

Tes ini akan dipandu oleh tester yang akan memberitahukan saat peserta harus pindah dari satu baris ke baris yang lainnya. Tiap angka teratas yang berhasil di hitung oleh peserta akan ditaris garis yang akan membentuk suatu grafik yang menjadi salah satu gambaran hasil penilaian. 

Papi-Kostick (Personality and Preference Inventory – Kostick) 

Tes ini tes yang berisi serangkaian pernyataan yang terdiri dari 90 nomor dimana masing-masing nomornya terdiri dari 2 penyataan yang perlu dipilih satu penyataan paling sesuai dengan keadaan diri.

Mengutip dari jurnal, tes ini mengukur dinamika kepribadian dalam bentuk motif (need) dan gaya perilaku individu (role).

Dari 90 soal tersebut terkandung 20 aspek kepribadian yang dikelompokkan menjadi 7 bidang, yaitu  kepemimpinan, aktivitas kerja, arah kerja, relasi sosial, sifat temperamen, gaya bekerja, dan posisi birokrasi (atasan-bawahan). 

Setiap jawaban tes akan ditarik garis lurus untuk kemudia dikelompokkan beradasarkan ketujuh aspek dan diinpu ke dalam cakram atau grafik.

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

Ya, siapa yang tidak mengenal tes ini. Belakangan tes ini sering banyak diperbincangkan karena banyak orang yang merasa jenis kepribadian dari tes ini sesuai dengan keadaan dan perilakunya sehari-hari.

Berdasaran Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan (2015), MBTI disusun untuk menggambarkan perbedaan mendasar perilaku manusia berdasarkan empat fungsi psikologis berdasarkan empat tipe preferensi, yaitu:

  1. Tipe extrovert dan introvert yang merupakan arah pemusatan perhatian;
  2. Sensing dan intuition, merupakan cara memperoleh informasi;
  3. Thinking dan feeling merupakan cara membuat keputusan, dan
  4. Judging dan perceiving merupakan orientasi terhadap dunia luar. 

Wartegg

Berbeda dari tes di atas, pada tes ini peserta disediakan 8 kotak dengan beberapa potongan gambar yang harus dilanjutkan oleh peserta. Tes ini merupakan tipe tes kepribadian proyektif yang menstimulus peserta melalui stimuli yang ambigu.

Menurut jurnal penelitian, tes ini menilai empat fungsi psikologis dasar yang dimiliki oleh manusia dengan intensitas yang berbeda-beda, yaitu emosi, imajinasi, intelek dan aktivitas.

Dari empat fungsi dasar ini kemudian dikelompokkan menjadi 8 aspek/ tipe kepribadian yaitu: Open atau Outgoing, Seclusive, Combining, Creative, Intellect, Practical, Speculative, Activity, Dinamic dan Controlled. Dalam penerapannya, tes ini biasa diikuti dengan tes Draw A Person (DAP), Tree Test (BAUM) dan House Three Person Test (HTP).

Demikian beberapa psikotes yang sering digunakan dalam proses rekrutmen. Setiap perusahaan tentunya memiliki kebijakan yang berbeda pada tahap ini sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Perlu diingat bahwa saat melewati proses ini dijawab dengan sebenar-benarnya dan juga sejujur-jujurnya.

Jangan sampai menjawab yang tidak sesuai apalagi berbohong karena akan menentukkan apakah posisi yang dilamar sesuai atau tidak dengan latar belakangmu.

Untuk mengetahui pekerjaan apa yang cocok dengan kepribadianmu kamu bisa berlatih secara mandiri melalui beberapa situs psikotes gratis dan mempelajari hasilnya. 

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca