Pernahkah kamu mendapatkan pujian seperti “Keren loh”, “Hebat banget”, “Aku suka banget sama ide kamu” dan lain sebagainya. Namun entah mengapa rasanya pujian tersebut terasa tidak nyata, meragukan dan bahkan terkesan begitu menggelikan.
Benarkah yang dia katakan? Benarkah apa yang aku kerjakan layak mendapat pujian?
Padahal kamu mungkin sering mengucapkan banyak kalimat selamat dan pujian untuk orang lain yang memang layak mendapatkannya. Namun mengapa rasanya tidak nyaman jika kamu yang mendapatkannya?
Bagi beberapa orang, pujian mungkin terasa layak dan bangga jika diberikan. Namun bagi sebagian yang lain pujian terasa terlalu besar untuk diterima, terlalu menggelikan untuk didengar.
Alih-alih merasa senang, kamu justru menilai kembali hal yang telah kamu lewati dan memikirkan bagaimana orang tersebut merasa dirimu layak mendapatkan pujiannya.
Padahal kamu merasa proses yang dilewati terasa biasa saja karena kamu terbiasa tumbuh dengan perasaan bahwa segala sesuatu adalah sebuah keharusan, sehingga tidak ada yang spesial atau harus dirayakan.
Kamu pun merasa bahwa pujian yang didapatkan terasa asing, menggelikan dan tidak familiar. Salah satu alasannya dapat terjadi tidak lain karena kamu mungkin tumbuh di lingkungan yang jarang atau bahkan tidak pernah memberikan afirmasi positif dan pujian.
Pengalaman Masa Kecil
Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D., seorang psikolog menjelasakan bahwa seseorang yang sulit menerima sebuah pujian dapat berakar dari saat ia dalam masa kanak-kanak.
“Ketika anak-anak jarang menerima pujian, mereka mungkin tumbuh dengan perasaan tidak diakui atau tidak dihargai yang dapat membentuk cara mereka memandang diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain”
Ia juga menambahkan bahwa hal ini lebih lanjut akan membentuk karakter atau ciri umum yang akan dimiliki saat dewasa, yaitu:
- Memiliki harga diri yang rendah
- Memiliki motivasi yang terbatas
- Sulit menerima pujian dari orang lain
- Haus akan pujian
- Sulit merayakan pencapaian pribadi
- Bersikap pesimis
- Perfeksionis
- Sulit berhubungan sosial
- Kesulitan memilih pasangan
- Cenderung sensitif
Low Self Esteem
Lebih lanjut Psikolog Guy Winch dalam Psychology Today (2013) juga menyebutkan bahwa ketidaknyamanan dalam menerima pujian ini berkaitan dengan kondisi self esteem (harga diri) seseorang.
“Penerimaan kita terhadap pujian merupakan cerminan harga diri. Pujian dapat membuat orang dengan harga diri rendah merasa tidak nyaman karena pujian tersebut bertentangan dengan pandangan diri mereka sendiri.
Dengan kata lain, menerima pujian dari orang lain saat kita merasa negatif terhadap diri kita sendiri menimbulkan ketidaknyamanan karena hal itu bertentangan dengan sistem kepercayaan yang dimiliki”.
Perfeksionis
Sementara Dr. Marnie Rogers-de Jong dalam Navigation Psychology menyebutkan bahwa orang yang sulit menerima pujian adalah karena sikap perfeksionisme yang dimiliki.
“Orang yang hidup dengan perfeksionisme merasakan tekanan yang kuat untuk memenuhi harapan yang tinggi dan bahwa semua yang mereka lakukan harus sempurna. Ketika mereka gagal, mereka menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri, berfokus pada kelemahan, mengecilkan kekuatan dan selalu terpaku pada kesalahan”
Ia juga menambahkan alasannya tidak lain karena mereka selalu menetapkan standar yang tidak realistis, terus menerus mengkritik diri sendiri, takut akan kekecewaan dan takut jika hanya terus berdiam diri.
Budaya Rendah Hati
Sedangkan Karen Barnes menambahkan bahwa kesulitan menerima pujian tidak terlepas dari nilai budaya.
Adanya budaya yang menekankan kerendahan hati sehingga menganggap pujian dan berbangga diri terhadap suatu pencapaian merupakan sebuah kesombongan.
Hal ini banyak dijumlai terutama dalam beberapa budaya Asia yang menganggap bahawa bersikap rendah hati dan menolak pujian merupakan suatu kebajikan.
Cara Menerima dan Merespon Pujian
Lantas bagaimana cara yang tepat saat menerima pujian? Michelle Gibbings (2025) dalam blognya menyebutkan ada 5 cara untuk membalas pujian yang diberikan, yaitu:
- Ucapan Terima Kasih: Alih-alih merasa tidak percaya dan canggung, kamu bisa membalasan pujian yang disampaikan seseorang dengan ucapan terima kasih. Berterima kasihlah secara sederhana dan tidak berlebihan sebagaimana kamu mendapatkan bantuan dari seseorang. Mengucapkan terima kasih menjadi tanda bahwa kamu menghargai pandangan baik mereka terhadap apa yang kamu kerjakan.
- Tahan untuk Tidak Meremehkan: Saat dipuji, kamu mungkin mulai mempertanyakan diri sendiri apakah kamu layak mendapatkannya. Jika mendapati kondisi seperti ini segera alihkan dan fokus pada kondisi kamu saat ini. Jangan berlarut mempertanyakan atau meremehkan diri sendiri atas pujian yang didapatkan.
- Hindari Saling Memuji: Kamu mungkin merasa tidak enak hati hanya mendapatkan pujian sementara orang lain tidak. Atau kamu merasa orang yang memuji juga layak mendapatkan pujian sehingga kamu memilih untuk merendah dan memuji kembali orang tersebut. Meskipun saling memuji adalah hal yang wajar, hindari memuji kembali seseorang secara cepat setelah kamu dipuji karena akan tampak tidak tulus. Sebaliknya, jika pujian itu tulus, balaslah di kemudian hari bukan di saat yang bersamaan.
- Refleksi dan Afirmasi Diri: Alih-alih mengabaikan pujian, coba luangkan waktu untuk menyerap pujian tersebut. Alasan seseorang memberikan pujian membuktikan bahwa dirimu layak dan pantas mendapatkannya. Cobalah untuk memvalidasi pujisn tersebut agar secara perlahan kamu dapat membentuk dan membangun kembali persepsi diri yang positif dari waktu ke waktu.
- Akui Kontribusi Orang Lain: Pujian atas pencapaian mungkin tidak terlepas dari kerjasama orang lain, jika memang demikian jangan lupa untuk akui kontribusi orang lain tanpa harus mengucilkan peran diri sendiri. Berusahalah sepenuhnya menerima dan mengakui keberhasilan yang dicapai bersama.
Menerima pujian adalah hal yang wajar, sebagaimana kamu merasa wajar jika memuji orang lain. Meskipun penerapannya mungkin memerlukan waktu yang lama, tetaplah berproses menerimanya hingga kamu tidak lagi kesulitan atau canggung menanggapinya.
Ingatlah banyak hal yang telah kamu lewati yang tidak semua orang bisa melewatinya dengan baik. Karena itu terimalah pujian yang kamu dapatkan dan berusahalah untuk menerima bahwa diri sendiri telah berhasil mencapai dan melewati sesuatu yang layak diapresiasi dan dirayakan.
“Pujian adalah bagaimana cara orang lain memandangmu. Kamu tidak bisa melarang pemikiran mereka, sama seperti bagaimana kamu memutuskan memuji orang lain, dan itu sah-sah saja”
Referensi:
- https://parade.com/living/traits-of-people-never-complimented-in-childhood-according-to-psychologists
- https://www.karenbarnes.net/blog/why-is-it-so-hard-to-accept-compliments-understanding-the-psychology-behind-it-and-how-to-embrace-praise
- https://www.navigationpsychology.com/blog/perfectionism-compliments
- https://www.michellegibbings.com/why-compliments-feel-awkward-and-how-to-accept-them/
- https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201308/why-some-people-hate-receiving-compliments

Tinggalkan Balasan