Berada di penghujung tahun kerap kali menyadarkan kita akan keseluruhan hal yang telah terjadi di sepanjang tahun ini. Semangat yang menggebu-gebu karena memasuki liburan dan menyambut tahun baru sering kali kita rasakan saat berada di penghujung minggu terakhir desember.
Di sisi lain mungkin kita juga mendapati banyak hal yang belum bisa kita raih dan proses yang tidak kunjung henti. Hati kita pun dipenuhi dengan banyak penyesalan sekaligus kekecewaan mengapa tidak bisa menggapai hal yang diharapkan.
Di penghujung tahun ini, penulis ingin membagikan beberapa pelajaran hidup yang ingin penulis abadikan agar kerap penulis ingat sebelum memasuki usia seperempat abad.
Semoga 24 life lessons ini bisa menjadi landasan yang bisa membantu membangun tahun-tahun yang lebih baik ke depannya.
Menjadi Dewasa yang Seutuhnya
Belajarlah menjadi dewasa yang seutuhnya. Dewasa bukan hanya soal umur yang terus bertambah, tapi bagaimana kamu bisa menyikapi sesuatu dengan benar. Tidak banyak kuncinya, cukup belajar menerima dan tidak mempermasalahkan apapun.
Terima hal yang terjadi dan hal-hal yang tidak bisa diubah atau kendalikan. Selama hal tersebut tidak merugikan dan membahayakan siapapun, biarkan saja apapun yang orang lain lakukan.
Dibandingkan mempermasalahkan dan membicarakannya, lebih baik ingatkan semampunya.
Belajar Membangun Rutinitas Pagi yang Baik
Pagi hari terasa begitu berat karena kita harus bersiap bekerja atau bersekolah atau melakuakn kegiatan lain yang kebanyakan tidak kita sukai. Kita menjalani pagi dengan penuh ketidakberdayaan.
Padahal pagi hari berarti kesempatan baru untuk kita kembali menjalani hari. Dengan penuh ketenangan, ada begitu banyak manfaat jika kita bangun pagi. Jika kita bisa membuat momen pagi yang baik, sepanjang hari kita pun akan terasa mudah dan menyenangkan.
Karena itu cobalah bangun lebih awal, rilekskan diri dengan beribadah, berolahraga dan membersihkan diri. Santap sarapan yang ringan dan rencanakan apa yang dikerjakan hari iru dengan penuh keoptimisan. Lambat laun, kita pasti akan menjadi begitu senang menyambut pagi.
Berhenti Menuntut Orang Tua
Semakin bertambah dewasa, kita mungkin mulai menyadari luka karena pengasuhan yang kita dapatkan dari orang tua. Kita pun tumbuh dengan begitu ketus dan banyak menuntut karena merasa menjadi korban mereka (di luar konteks kriminal).
Kita terlalu merasa diri kita yang paling terluka dibandingkan mereka sehingga lebih sering menyalahkan mereka. Kita merasa tidak adil hingga berkata tidak pernah minta untuk dilahirkan, namun memang inilah jalan takdir kita.
Pada akhirnya sebagai anak kita harus juga menyadari bahwa bukan hanya kita yang pertama kali hidup, tapi mereka juga. Kalimat “kamu belum pernah ngerasain jadi orang tua” yang terasa kasar tapi benar adanya.
Orang tua kita telah berjuang melewati beragam macam hal yang belum tentu bisa kita lakukan hanya untuk melihat kita tumbuh besar. Sementara saat kita tumbuh besar kita hanya bisa melihat mereka semakin menua.
Cobalah untuk kesampingkan ego kita, kita mungkin harus menerima kenyataan bahwa tuntutan kita juga tidak bisa terwujudkan begitu saja. Tidak apa jika perlu waktu, tidak apa jika belum saat ini. Perlahan tapi pasti mari kita coba membuka lapang dada kita untuk memaafkan mereka dan berbuat baik kepada mereka.
Fokus Pada Apa yang Bisa Kamu Ubah
Satu diri kita dibandingkan milyaran orang di bumi dan hal-hal lain yang mungkin terjadi jumlahnya pasti jauh lebih banyak. Salah besar jika kita berusaha keraa untuk mengenadalikan dan merubahnya.
Untuk mengubah keadaan, mengubah dunia, mengubah kecenderungan orang atau mengubah kemungkinan kuncinya terletak dari bagaimana kita mengubah diri sendiri. Karena hal itu adalah hal yang bisa kita ubah.
Jikapun tidak berhasil, itu bukan sepenuhnya salah kita. Ingat ada begitu banyak variabel yang ada di luar diri kita yang bisa menyebabkannya berubah-ubah.
Cukup kita fokus untuk terus mencoba, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan usaha. Percaya pasti akan selalu ada peluang dan kemungkinana yang pasti menghampiri diri kita.
Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Menghabiskan waktu berjam-jam untuk pekerjaan, pendidikan atau keluarga seringkali membuat kita menjadi lupa diri. Perlahan kita merasa ragu hingga kehilangan jati diri yang sebenarnya.
Karena itu berilah waktu untuk dirimu sendiri, sempatkan waktu untuk melakukan hal-hal baik untuk dirimu sendiri. Tidak apa-apa jika kamu memang tidak ingin melakukan apapun dan hanya ingin termenung berdiam diri. Jika hal itu bisa merecharge energimu, lakukanlah.
Jangann berusaah keras menjalani peranmu yang lain tapi melupakan diri sendiri. Berilah kesempatan untuk mengenali kondisi mental, fisik, spritual dan aktualisasi diri sendiri.
Bersyukur Atas Apa yang Kamu Miliki Saat ini
Kita mungkin terlalu fokus mengucapkan syukur setelah mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa benar-benar merasa syukur atas apa yang sudah dan saat ini kita miliki.
Seringnya kita mungkin melihat kelebihan orang lain menjadi kekurangan yang tidak kita miliki. Namun cobalah tengok tubuh kita saat ini, terasa sempurna bagi mereka yang sedang sakit atau kekurangan.
Cobalah lihat bagaimana kita diberi kesempatan untuk hidup, tidur dan makan dengan nyaman sementara masih banyak korban perang yang sedang berusaha bertahan.
Dengan begitu banyak kenikmatan saat ini, sayangnya kita masih lebih banyak mengingkari daripada mensyukuri.
Tinggalkan Kebiasaan Scrolling Social Media
Pernahkah kamu memperhatikan saat kamu scrolling sudah begitu banyak waktu terbuang percuma? Satu, dua bahkan hingga enam jam lebih tidak terasa hilang begitu saja hanya dengan scrolling media sosial.
Alih-alih mendapatkan ilmu baru, tanpa disadari ada lebih banyak hal merugikan yang kita dapatkan. Mulai membandingkan diri, merasa tertinggal, ingin mendapatkan spotlight dan sebagainya. Belum lagi mata dan jari yang lelah hingga badan yang terus berbaring dalam waktu yang lama.
Karena itu cobalah batasi diri dalam bermain media sosial. Video singkat yang terus kita tonton dan bergulir tanpa batas pada akhirnya justru membuat kita menjadi lebih sulit fokus dan berkonsentrasi.
Selalu Sempatkan Berolahraga
Di era dengan fasilitas yang serba ada, kita mungkin lebih banyak berdiam di tempat atau berpindah dengan cepat. Kita tidak memberi jeda bagi tubuh yang kita bawa kemanapun dan kapanpun itu waktu untuk bisa merehatkan diri.
Jangan sampai kita terus hidup tanpa memperhatikan kesehatan tubuh kita. Mulailah dengan rutin memberi waktu tubuh untuk berolaharga agar tubuh kita bisa mendukung kesibukan kita.
Perhatikan Apa yang Kamu Konsumsi
Terkadang kita lupa bahwa apa yang ada di dalam tubuh jauh lebih penting dari apa yang kita tampilkan. Kita sering lupa bahwa organ-organ yang hidup ini juga membutuhkan perhatian dan hak yang benar.
Setelah melihat buruknya kondisi yang mungkin akan terjadi, sudah sebaiknya kita mulai memperhatikan apa yang kita konsumsi. Tubuh juga bagian dari tanggungjawab kita yang perlu kita layani dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi.
Mulai sekarang coba perhatikan kembali apa yang dikonsumsi. Jika tidak ingin berakhir mengalami masalah kesehatan, kontrol apa yang kamu makan dan minum. Kesehatan tubuh kita di masa depan ditentukan dengan makanan dan minuman kita saat ini.
Pertahankan Gaya Hidup Minimalis dan Sederhana
Dunia yang serba modern dan cepat ini kerap kali membuat kita merasa terlomba untuk tampil dalam kemewahan dan menjadi modis dalam hal apapun. Padahal kenyataanya gaya hidup seperti ini justru mengarahkan kita pada perilaku konsumtif yang berlebihan.
Sampai kapapun gaya dan tren akan terus selalu berubah karena selera akan terus meningkat. Jika kita hanya terfokus pada itu semua, kita hanya terus merasa tidak puas dan terus mencari validasi orang lain. Pada akhirnya kita tidak pernah benar-benar merasa menikmati kehidupan yang diinginkan.
Alih-alih terfokus pada apa yang ingin dunai lihat, cobalah beralih pada apa yang sebenarnya memang dibutuhkan. Seringnya tampil sederhana dan minimalis justru membuat kita menjadi lebih tenang, nyaman dan tidak lelah diburu-burui oleh keadaan.
Latih Diri untuk Selalu Berpikiran Positif
Kita mungkin tidak suka jika orang lain berbicara atau berpikiran buruk tentang kita, maka lakukanlah hal tersebut ke diri sendiri. Perlakukan diri sendiri dengan baik lewat kata-kata dan pemikiran yang positif.
Tanpa mengesampingkan hal sulit yang mungkin dialami, berpikiran positif dapat memberikan kekuatan dalam kondisi apapun. Berpikiran positif berarti kamu berfokus pada sisi kebaikan dan kebermanfaatn yang kamu dapatkan.
Jika terus berpikiran buruk dan negatif, kamu hanya akan terus terpaku pada ketakutan dan kekhawatiran yang tiada henti. Sering kali dalam banyak hal baiknya kita memang perlu menghindari pikiran-pikiran buruk apapun situasinya.
Mulai Segala Sesuatu dengan Jadwal Hingga Terbiasa
Memulai sesuatu memang tidak pernah mudah. Hari pertama sampai ketiga kita mungkin masih semangat menjalaninya, namun lambat laun kita merasa perlu jeda hingga berakhir kembali tidak mengerjakannya.
Karena itu kamu perlu bantuan dengan membuat jadwal yang ketat dan jika perlu track habit tersebut sehingga kamu bisa terpacu melakukannya. Asalkan kita memiliki niat dan berlatih mengikuti jadwal tersebut, kebiasaan baik pasti perlahan akan menetap tanpa kita sadari.
Hindari Orang-Orang yang Toxic dan Merugikan
Ada begitu banyak jenis karakter manusia di dunia ini, yang sayangnya baik buruknya pasti mau tidak mau mungkin pernah dan akan kita jumpai. Kita mungkin tidak bisa mengubah orang-orang tersebut, tapi kita bisa belajar memberi batasan kepada mereka.
Jangan sampai karena tidak ingin terlihat jahat, kita terus memaksakan diri kita berada di tengah orang-orang yang berwatak buruk. Tetap jalin hubungan dengan mereka sewajarnya dan berikan ketegasan sampai mana kamu bisa membantu atau berhubungan dengan mereka.
Jika berada di sekitar mereka hanya terus memberikan kerugian, cobalah perlahan hindari dan jauhi mereka secara baik-baik tanpa harus memutus hubungan.
Bangun Kebiasaan dan Kegiatan yang Positif
Kemajuan teknologi memang membawa kemudahan bagi manusia, namun di sisi lain justru bisa membuat kita menjadi semakin malas karena segalanya dengan mudah diolah dan dikerjakan. Maka dari itu, jangan sampai kita diperdaya oleh alat yang memudahkan kita.
Tetap bangun kebiasaan yang baik dan positif. Bahkan jika bermain media sosial hanya membuatmu semakin tertekan maka tinggalkanlah. Ada begitu banyak kegiatan off screen yang bisa kita coba dan bahkan bermanfaat untuk diri kita.
Percayalah kebiasaan buruk cepat atau lambat pasti akan memberikan kerugian yang nyata bagi kita. Sementara kebiasaan baik pasti akan terasa dalam jangka panjang walaupun sulit untuk membiasakannya di awal.
Selalu Ucapkan Hal yang Baik
Pernah dengan istilah ucapan adalah doa? Ya, hal ini memang harus selalu kita ingat dan pegang erat. Dalam kondisi apapun cobalah untuk selalu mengucapkan kata-kata dan hal yang baik. Sekalipun kita berada dalam situasi yang cukup menyulitkan.
Saat kita mengucapkan hal-hal baik, pikiran dan lingkungan kita akan terasa jauh lebih tenang dan damai. Tanpa kita sadari kita akan lebih fokus pada hal baik tersebut sehingga ia terjadi bahkan tanpa perlu kita usahakan.
Nikmati Setiap Momen Bersama dengan Orang Tersayang
Meskipun dunia seolah menuntutmu agar selalu bergerak dengan cepat, jangan sampai melupakan hubungan dengan orang tersayang. Buatlah kenangan yang baik dengan mereka dan berhentilah berselisih terus menerus.
Nikmati setiap momen yang dialami bersama keluarga atau teman terkasih, terkadang kita lupa bahwa momen kebersamaan memiliki nilai yang tinggi yang tidak mudah didapati.
Segala Hal Hanya Berakhir Menjadi Kenangan
Ketika penulis mengingat beberapa momen berarti di masa lalu, penulis menyadari ada begitu banyak hal yang ingin dibagikan dan diceritakan. Rasanya penulis ingin mengulang dan mengabadikan momen tersebut untuk selalu diingat.
Namun hal inilah yang akhirnya menyadarkan diri bahwa semua hal yang telah atau bahkan akan dihadapi hanya akan berakhir sebagi ingatan dan kenangan yang kita simpan sendiri.
Kejadian baik atau buruk sama-sama berakhir sebagai kenangan, karena itu sebetulnya tidak perlu ada yang ditakuti atau dibanggakan dengan berlebih. Semuanya hanya akan berlalu dan segala sesuatu memiliki masanya sendiri.
Belajar Lebih Dekat dengan Tuhan dan Agama
Belajar agama sayangnya saat ini terasa begitu asing di tengah masyarakat, entah karena anggapan sok alim atau sebagainya. Atau juga karena adanya stigma dan pandangan yang keliru tentang agama yang terlihat menakutkan.
Saat penulis berada di masa-masa sulit, penulis memahami bahwa kita mungkin terlalu banyak mengandalkan diri sendiri. Kita mungkin lupa akan bagaimana akhirnya Tuhanlah yang paling tahu kehidupan yang terbaik untuk kita.
Masa-masa sulit itu membuat penulis lebih terbuka untuk kembali memperdalam agama. Yang ternyata, terasa jauh lebih menenangkan dan tidak semenakutkan yang dipikirkan. Semoga kedepannya tidak hanya situasi sulit saja kita dekat dengan Tuhan, tapi selalu mengingatnya dalam setiap keadaan.
Belajar Menerima Kenyataan
Salah satu pelajaran yang masih sangat sulit untuk dijalankan adalah berusaha menerima kenyataan. Tanpa disadari kita mungkin tumbuh dan hidup dengan standar harapan yang tinggi. Membuat kita tidak secara tidak langsung sulit berpijak dengan kenyataan.
Apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan mimpi. Setelah semua yang telah kita usahakan kita mungkin mengingatkan hasil yang sepadan dan sesuai dengan yang diharapkan. Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan yang kita inginkan.
Karena itu teruslah berusaha belajar menerima kenyataan, menerima hasil yang terjadi, menerima kegagalan yang dialami. Kita mungkin butuh waktu untuk bisa mencerna kenyataan, namun tidak apa. Asalkan kita tidak berlarut merutuki keadaan atau menyalahkan diri sendiri dan orang lain, hal itu sudah cukup.
Berhenti Membandingkan Apapun
Sudah menjadi kebiasaan buruk di kebanyakan kita untuk terus membandingkan sesuatu. Membandingkan diri atau keadaan dengan orang lain sehingga merasa bahwa kondisi kita adalah yang terburuk.
Namun dunia selalu memiliki dua sisinya sendiri. Atas-bawah, kaya-miskin pada akhirnya akan selalu ada. Akan selalu ada orang yang di atas dan di bawah kita. Karena itu membandingkan kondisi dan diri sendiri tidak ada habisnya.
Fokuslah pada apa yang kamu miliki tanpa perlu merasa iri dengan miliki orang lain yang tidak kamu miliki
Tidak Selamanya, Ingat Semua ini Hanya Sementara
Salah satu mindset yang sangat berdampak kuat dan harus dipegang untuk menjalani hari. Percayalah selain Tuhan, semuanya tidak ada yang kekal dan abadi. Kesulitan atau bahkan kesenangan yang salami saat ini pasti akan berganti.
Tidak perlu lagi berlarut pada kesedihan dan kegagalan. Karena semuanya hanya sementara, berarti segala sesuatu ada waktunya. Saat ini mungkin bukan giliranmu, tapi pasti ada giliranmu selanjutnya.
Jangan pula berbesar hati dan berbangga diri, pada akhirnya, bukan cuma usaha kita yang membawa kita pada tujuan atau pencapain. Ada begitu banyak variabel yang membuat kita ada di posisi sekarang, karena ini waktu kita. Jadi jangan menyombongkan diri karena nanti kita harus berganti memberikan gilirian orang lain.
Tentukan dengan Jelas Prioritas Saat ini
Terkadang ada hari-hari dimana kita mungkin merasa tidak berdaya dan tidak tahu apa yang ingin atau harus kita lakukan. Saat seperti ini kita hanya akan terus menerima banyak hal tanpa benar-benar menyadarinya. Akibatnya, kita pun menjadi kewalahan dengan kondisi tersebut.
Saat ada di kondisi ini, yang perlu kamu lakukan satu-satunya adalah dengan memikirkan menentukan dengan jelas apa yang menjadi prioritasmu saat ini. Sampingkan segala keinginan atau pemikiran orang lain dan fokus pada kebutuhan apa yang benar-benar kamu perlukan.
Biasakan Catat dan Atur Keuangan Pribadi
Salah satu cara yang masih sering disepelekan untuk memantau kondisi keuangan kita adalah dengan membiasakan diri mencatat dan mengatur budget pengeluaran.
Sekecil apapun pemasukan cobalah untuk mulai melakukan budgeting sehingga nantinya kita akan terhindar dari kesulitan keuangan. Hal ini pula yang bisa membentuk kita menjadi lebih disiplin dan jauh dari sifat konsumtif dan impulsif.
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai
Banyak hal yang mungkin ingin kita coba tapi terhambat karena merasa terhalang dan terlambat dengan satu atau dua hal. Namun percayalah tidak pernah ada yang salah dengan mencoba. Tidak ada keterlambatan untuk memulai.
Kalau kita mau sesuatu terjadi kita harus memulainya. Kalau kita mau mendapatkan sesuatu kita harus mencoba cara mendapatkannya. Berusahalah untuk mengenyahkan keraguan untuk memulai.
Coba saja, terobos saja. Setidaknya kita tidak akan menyesal karena tidak mencobanya. Setidaknya kita jadi tahu bagaimana prosesnya. Setidaknya kita jadi tahu apa yang bisa kita perbaiki kedepannya.
Sekian 24 life lessons yang ingin penulis sampaikan. Semoga pelajaran hidup ini bisa menjadi pengingat bagi siapapun dan menjadi pegangan untuk menjalani hari-hari kedepannya.
Selamat Tahun Baru 2025!

Tinggalkan Balasan