Apa itu NPD? Ini Arti Narcissistic Personality Disorder

4–7 menit
,
a female holding a broken piece of mirror

Media sosial kini ramai dengan pembahasan dan pelabelan masal akan seseorang yang narsis, egosentris, gastlight, dan anti kritik dengan sebutan NPD. Padahal, NPD merupakan salah satu gangguan kepribadian yang kompleks dan membutuhkan diagnosa profesional dalam pelabelannya.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan NPD? Apa ciri-cirinya dan bagaimana cara menghadapi orang dengan kecenderungan NPD? Yuk, simak jawaban lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa itu NPD?

Dalam kamus APA, NPD atau Narcissistic Personality Disorder merupakan sebuah gangguan kepribadian dengan pola diri yang berlebihan yang biasanya diikuti dengan rasa percaya diri yang tinggi, kebutuhan akan perhatian dan kekaguman, sikap acuh tak acuh, perasaan marah atas kritik, ketidakpedulian, hingga ketidakmampuan untuk berempati.

Mitra, P., et al (2024) dalam National Library of Medicine menjabarkan bahwa individu dengan NPD terlihat sebagai orang yang suka membual, arogan, atau bahkan tidak disukai dan berlangsung dalam jangka waktu lama dalam berbagai situasi.

Dalam DSM, NPD dikategorikan dalam kluster B gangguan kepribadian yang merupakan golongan gangguan kepribadian dengan ciri-ciri yang dramatis, emosional, atau tidak menentu. Artinya, NPD seringkali termasuk dalam individu yang kesulitan mengatur emosi dan kesulitan dalam menjaga hubungan interpersonal.

Lebih lanjut, DSM mendefinisikan NPD sebagai pola kepribadian yang selalu butuh akan kekaguman, kurang berempati, dan dimulai pada awal masa dewasa yang setidaknya memiliki 5 dari 9 karakteristik berikut:

  1. Rasa mementingkan diri yang berlebihan
  2. Memiliki fantasi kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau cinta yang tak terbatas
  3. Keyakinan bahwa dirinya istimewa dan unik dan hanya dapat dipahami oleh orang istimewa atau berstatus tinggi
  4. Kebutuhan untuk dikagumi secara berlebihan
  5. Merasa berhak untuk mendapat perlakuan yang menguntungkan
  6. Sering memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuannya sendiri
  7. Kurang empati dan enggan mengakui perasaan dan kebutuhan orang lain
  8. Iri hati terhadap orang lain atau keyakinan bahwa orang lain iri padanya
  9. Bersikap arogan dan sombong

Jenis-Jenis NPD

Beberapa orang mungkin menganggap orang NPD adalah mereka yang terlihat angkuh, anti kritik dan dingin. Namun, dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa terdapat dua jenis NPD, yaitu overt dan covert.

  1. Narsisisme overt: NPD yang lebih umum dan ditandai dengan perilaku yang lantang, mencari perhatian, dan arogan.
  2. Narsisisme covert: NPD yang terlihat lebih halus dan ditandai dengan kerentanan, rasa tidak aman yang mendalam, dan kecenderungan untuk defensif dan sangat sensitif terhadap kritik.

Apa Saja Ciri-Ciri NPD?

Lalu apa saja ciri-ciri NPD yang seringkali ditemukan dalam hubungan sosial? Dari karakteristik DSM di atas, berikut ini beberapa ciri lain yang seringkali terlihat dari orang dengan NPD:

  1. Gaslighting atau perilaku memutarbalikkan fakta, menyangkal, dan memanipulasi orang lain
  2. Sering menyalahkan dan menuduh orang lain dan tidak mau bertanggung jawab meskipun mereka yang bersalah
  3. Mengungkapkan kekaguman, kasih sayang, dan perhatian di awal, lalu kemudian akan mengkritik, mengabaikan, dan meremehkan
  4. Selalu mencari pengakuan, validasi dan pujian orang lain
  5. Mereka akan bersikap diam dan berhenti berkomunikasi untuk mengendalikan orang dan membuatnya putus asa
  6. Seringkali meremehkan atau mengabaikan perasaan orang lain
  7. Suka mengancam agar orang tersebut lebih patuh
  8. Sering membuat orang lain merasa bersalah
  9. Suka mengabaikan kebutuhan dan privasi orang lain dan selalu berusaha mencampuri kehidupan pribadi orang lain
  10. Sering mengubah narasi agar tampak seolah-olah merekalah korban
  11. Obsesi dengan kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau cinta yang sempurna
  12. Merasa bahwa mereka istimewa dan harus diperlakukan secara istimewa
  13. Sering memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan sendiri
  14. kurangnya empati atau keengganan untuk berempati dengan kebutuhan orang lain
  15. Merasa iri terhadap orang lain atau bahwa orang lain iri terhadap mereka
  16. Merasa tinggi, sombong dan angkuh

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Eating Disorder dan Gejalanya

Faktor Penyebab NPD

NPD bisa terjadi karena berbagai faktor penyebab, mulai dari genetik, pengasuhan, pengalaman hingga lingkungan. Secara lebih rinci, website Pacific Neuropsychiatric Specialists dan Annabelle Psychology memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan seseorang NPD, di antaranya yaitu:

  1. Luka Masa Kecil: Pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan atau menyakitkan seperti pelecehan, bullying, orang tua yang tidak empatik dan tidak hadir secara emosional, hingga orang tua yang menempatkan anak di luar atau tugas perkembangan normal.
  2. Pola Pengasuhan: Pengasuhan orang tua tanpa disadari dapat menjadi penyebab timbulnya kecenderungan seseorang NPD. Gaya pengasuhan orang tua yang terlalu mengontrol, terlalu kritis dan terus memberikan pujian atau memanjakan anak dapat menyebabkan anak tumbuh dengan perilaku narsisme.
  3. Genetik: Studi menemukan bahwa 24-77% NPD bersifat turun-temurun. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga NPD, risikonya akan lebih tinggi.
  4. Neurobiologi: Secara neurobiologi, orang NPD juga memiliki perbedaan struktur otak yang ditandai dengan aanya pengurangan volume di area otak yang terkait dengan empati.
  5. Lingkungan: Tumbuh besar dalam lingkungan yang tidak stabil dapat menyebabkan seseorang mengembangkan cara mengatasi masalah yang tidak sehat yang muncul sebagai narsisme.
  6. Budaya: Beberapa ahli berpendapat bahwa faktor budaya yang sangat individualistis yang menekankan kesuksesan dapat mendorong perkembangan sifat narsistik.

Bagaimana Cara Menghadapi NPD?

Berhadapan dengan seorang narsistik tentu sangat menguras tenaga dan mental. Banyak orang yang bahkan berusaha tidak berhubungan dengan orang NPD agar tidak terlibat dalam drama dan manipulasi mereka. Namun jika orang di sekitarmu memiliki ciri NPD, berikut beberapa cara untuk menyikapi mereka:

  1. Jangan mudah terpancing dan tetap bersikap tenang. Orang NPD akan selalu ingin memprovokasi dan merasa lebih tinggi saat mereka berhasil memancing reaksi orang lain.
  2. Tetapkan batasan. Meskipun orang NPD biasa melanggar batasan, kamu bisa bersikap tegas dengan nyatakan apa yang dapat dan tidak dapat diterima.
  3. Jangan coba berdebat atau berusaha mengalahkan mereka. Orang NPD seringkali bereaksi negatif terhadap apa pun yang membuat mereka dalam citra buruk. Cobalah untuk menyampaikan kritik dengan memuji lebih dulu lalu ikuti dengan kritik, dan diakhiri dengan pernyataan positif lainnya.
  4. Waspadai kebiasaan manipulasi. Cukup tanggapi dengan netral dan jangan berusaha menyangkal. Mereka akan terus melakukan gaslighting sampai seseorang terpancing.
  5. Jaga percakapan tetap singkat. Cobalah untuk menjaga percakapan tetap terdengar menghargai dan singkat sambil berusaha menjaga batasan agar tidak mendorong diskusi lebih lanjut.
  6. Jangan coba untuk mengubah mereka. Orang NPD tidak merasa bahwa diri mereka salah atau merugikan orang lain, karena itu kamu tidak bisa berusaha untuk mengubah mereka. Respon mereka justru akan memicu agresi, manipulasi, atau drama berkepanjangan.

Kesimpulan & Referensi

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai NPD, ciri dan cara menghadapi orang dengan NPD nya. Meskipun ciri di atas banyak ditemukan di orang-orang sekitar, label NPD tetap memerlukan diagnosa lebih lanjut dari Psikolog dan Psikiater.

Orang dengan NPD mungkin tidak menyadari bahwa ia merupakan seseorang yang narsistik dan merugikan orang lain. Meski begitu, jika kamu menghadapi orang dengan ciri-ciri di atas, kini kamu bisa mulai menanggapinya dengan lebih bijak.

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca