Istilah Syndrome dan Kaitannya dengan Psikologi

4–7 menit
,
unrecognizable man with mental disorder near wall

Kamu pasti pernah mendengar istilah syndrome dalam kehidupan sehari hari. Seperti syndrome main character, syndrome anak baik, syndrome anak tengah dan sebagainya. Sebenarnya apa sih arti dan maksud dari syndrome ini dalam psikologi?

Apa itu Syndrome dalam Ilmu Psikologi?

Syndrome secara bahasa artinya adalah kumpulan gejala, tanda, dan karakteristik yang muncul dan mengindikasikan kondisi tertentu. Syndrome biasanya berkaitan dengan kondisi medis yang mengarahkan pada penyakit atau kelainan tertentu dan bisa juga berkaitan dengan karakter psikis dari seorang individu.

Menurut APA, syndrome berarti sekumpulan gejala dan tanda yang biasanya disebabkan oleh satu penyebab atau sekumpulan penyebab yang saling terkait dan menunjukkan penyakit atau gangguan fisik atau mental tertentu.

Sementara itu, sindrom-sindrom yang biasanya menjadi perbincangan bukanlah diagnosis medis resmi, melainkan sebuah konsep psikologis yang menggambarkan suatu perilaku secara umum. Istilah syndrome ini umumnya dikembangkan dari sebuah teori perilaku psikologis yang biasanya berkembang karena budaya sekitar. Perilaku syndrome yang terlalu intens bisa mengarah kepada Mental Disorder atau Mental Illness.

Carly Breslin dalam website Psi Chi menyebutkan bahwa ada banyak gangguan mental yang jarang terjadi yang mungkin hanya ada di budaya atau konteks tertentu. Syndrome mungkin tidak tercantum dalam DSM karena sifatnya yang langka sehingga tidak banyak dipelajari. Ia juga mengklasifikasikan Syndrome ke dalam beberapa kategori:

  • Sindrom budaya: Sindrom yang terjadi di antara individu-individu dalam kelompok budaya, komunitas, atau konteks tertentu.
  • Sindrom visual/delusi: Sindrom yang berkaitan dengan apa yang dilihat oleh individu.
  • Sindrom keyakinan: Sindrom yang mengacu pada keyakinan individu berpikir tentang dunia, diri mereka sendiri, dan orang-orang di sekitar mereka.
  • Sindrom dorongan: Sindrom yang mengacu pada dorongan yang tidak terkendali dari individu yang terkena dampak.
  • Sindrom tubuh/sensorik: Sindrom yang memengaruhi indra dan persepsi terhadap lingkungan sekitar yang berkaitan dengan fungsi dan sensasi tubuh.
  • Sindrom emosional: Sindrom yang berkaitan dengan suasana hati.

Apa Bedanya Syndrome dan Disorder?

Istilah syndrome dalam Psikologi juga tidak terlepas dari istilah Mental Disorders dan Mental Illness. Mental Disorder secara umum berkiatan dengan jenis-jenis gangguan mental yang biasa digunakan di bidang kedokteran dalam Buku DSM yang dapat didiagnosis dan diperbarui secara berkala.

Sedgkan Mental Illness berarti penyakit mental yang berarti bahwa masalah mental yang dialami seseorang terjadi karena mereka memiliki kondisi medis yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Semua Mental Illness dapat dikatan sebagai Mental Disorder, namun tidak semua Mental Disorder adalah Mental Illness.

Baca Juga: Birth Order Theory: Benarkah Urutan Kelahiran Mempengaruhi Kepribadian?

Jenis-Jenis Syndrome Psikologi yang Populer

Nah, untuk memberikanmu gambaran lebih lanjut apa yang dimaksud dengan istilah syndrome Psikologi. Berikut ini beberapa jenis-jenis syndrome psikologi yang populer dan banyak dibicarakan.

Duck Syndrome

Istilah yang menggambarkan seseorang yang tampak tenang, bahagia, dan terkendali, namun sebenarnya sedang berjuang dengan tekanan mental dan emosional di dalam dirinya. Istilah ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan mahasiswa Universitas Stanford yang tampak tenang tetapi sebenarnya berada di bawah tekanan besar seperti bebek di permukaan air yang harus mengayuh agar tetap mengapung.

Impostor Syndrome

Sebuah fenomena psikologis di mana seseorang merasa tidak pantas dan tidak percaya atas kesuksesan yang telah diraihnya. Orang tersebut merasa bahwa dia tidak sekompeten atau sepintar yang orang lain kira dan bahkan merasa bahwa kesuksesan yang diraih hanyalah keberuntungan dan bukan hasil dari kemampuan sendiri.

Main Character Syndrome

stilah yang digunakan untuk menggambarkan pola pikir di mana seseorang melihat diri mereka sebagai tokoh utama dalam kehidupan yang memandang hidup seperti di film atau buku. Istilah ini juga menyoroti bagaimana orang mendramatisir kehidupan mereka atau mencari perhatian seperti tokoh utama di suatu cerita.

Peter Pan Syndrome

Istilah yang populer karena sebuah novel Skotlandia yang berjudul Peter Pan. Novel ini menceritakan tentang Never-Never Land yang merupakan tempat anak-anak tidak pernah tumbuh dewasa. Orang dengan sindrom tidak ingin bersikap dan berperilaku selayaknya orang dewasa. Ia merasa kesulitan, tidak nyaman dan tidak mampu untuk bertanggung jawab setelah menjadi dewasa. Kondisi ini membuat mental dan psikologis orang tersebut masih  kekanak-kanakan.

Middle Child Syndrome

Istilah yang berkembang karena Teori Urutan Kelahiran dari Alfred Adler. Menurut teori ini, seorang anak memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda tergantung pada urutan kelahirannya. Anak tengah biasanya memiliki temperamen yang tenang tetapi kesulitan beradaptasi karena berada di antara adik dan kakak. Sindrom ini juga menunjukkan bahwa anak tengah seringkali dikucilkan dan diabaikan sehingga membuatnya mengalami kesulitan dalam hubungan, terus menjadi penengah, dan kurang menonjol.

Good Girl Syndrome

Istilah yang mengacu pada pola perilaku di mana anak perempuan terdorong menjadi sempurna, patuh, dan menyenangkan agar memenuhi harapan orang tua dan sekitarnya. Ia berusaha menghindari konflik atau situasi apa pun yang dapat menyebabkan ketidaksetujuan dan terus-menerus mencari persetujuan validasi serta mengorbankan kondisi emosinya. Hal ini biasanya berakar pada adanya tuntutan dan tekan untuk berhasil secara akademik.

Post Power Syndrome

Sebuah kondisi psikologis yang biasanya dialami oleh mereka yang baru saja pensiun atau kehilangan kekuasaan. Orang tersebut tidak dapat menerima perubahan tersebut dan terus membayangkan apa yang telah dicapai di masa lalu. Sindrom ini biasanya juga ditandai dengan gejala emosional seperti mudah tersinggung, suka menyendiri, pemurung, sering marah atau tersinggung jika tidak dihargai. Gejala lainnya termasuk perasaan hampa, kecewa, bingung, sedih, kesepian, dan takut.

Stockholm Syndrome

Sindrom yang muncul karena insiden perampokan bank tahun 1973 di Swedia. Selama enam hari pengepungan, karyawan bank yang disandera justru menjadi simpati kepada para perampok bank dan bahkan mengumpulkan uang untuk pembelaan mereka. Sindrom ini menggambarkan respons psikologis korban yang justru membentuk hubungan psikologis dengan pelaku dan mulai bersimpati kepada mereka. Hal ini kemudian dikaitkan dengan teori evolusi yang mengaitkan kebiasaan nenek moyang yang membangun ikatan dengan para penangkap agar tidak ditangkap atau dibutuh sehingga meningkatkan peluang bertahan hidup.

Star Syndrome

Istilah yang menggambarkan seseorang yang menganggap dirinya seorang bintang terkenal yang lebih baik dari orang lain. Mereka biasanya butuh rasa kagum dan perhatian dari orang lain dan merasa dirinya adalah sosok yang paling hebat yang tidak mau kalah dengan orang lain. Star syndrome tidak hanya dialami oleh kalangan selebriti, namun juga bisa pada pengguna media sosial yang mendapatkan banyak views dan follower yang akan terus melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ketenaran.

Itulah penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu syndrome dalam psikologi dan jenis-jenis syndrome psikologi yang banyak diperbincangkan. Istilah syndrome mungkin lebih menjelasakan tentang sebuah fenomena perilaku yang umum terjadi karena suatu konteks tertentu. Meski begitu, gejala sindrom yang terlalu kuat bisa saja mengarah pada gangguan psikologis yang lebih serius.

Reference:

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca