Birth Order Theory: Benarkah Urutan Kelahiran Mempengaruhi Kepribadian?

6–9 menit
,

“Anak pertama kuat”, “Anak kedua selalu ngalah”, “Anak terakhir manja banget”, pernahkah kamu mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini? Namun jika dilihat dalam polanya, setiap anak pasti akan mengemukakan kelebihannya dan menyerang kelemahan anak lain. Sebenarnya bagimana asal mula bahwa urutan kelahiran anak memiliki sifat tertentu?

Meskipun terkesan tidak sepenuhnya akurat, fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan dalam Ilmu Psikologi. Sebagai ilmu yang membahas tentang perilaku dan kondisi jiwa atau mental manusia, banyak ilmuwan psikologi yang juga membahas tentang fenomena ini yang selanjutnya dikenal dengan istilah Birth Order Theory.

Apa itu Birth Order Theory?

Birth Order Theory adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh Alfred Adler di awal tahun 90an yang mengungkapkan bahwa silsilah dalam keluarga (susunan saudara kandung) dapat memprediksi sifat atau kepribadian seseorang.

Alfred Adler sendiri merupakan seorang Psikolog dan Ilmuwan yang terkenan dengan pandangannya bahwa manusia merupakan individu utuh yang kemudian dikenal dengan psikologi individual.

Poin penting dari teori urutan kelahiran Adler adalah bahwa anak sulung cenderung mengembangkan rasa tanggung jawab yang kuat, anak tengah cenderung menginginkan perhatian, dan anak bungsu cenderung memiliki rasa petualangan dan pemberontakan.

Adler juga secara khusus memperkenalkan konsep “Family Constellation” yang menekankan dinamika yang terbentuk di antara anggota keluarga dan bagaimana interaksi ini berperan dalam membentuk perkembangan individu.

Teori ini menimbulkan pro kontra karena silsilah keluarga tidak selalu menentukan sifat-sifat kepribadian seseorang sehingga cenderung tidak diakui secara global. Seseorang yang lahir tidak semata-mata membawa kepribadian tertentu hanya karena urutan kelahiran. Setiap orang tetao unik, memiliki kekuatan dan kelemahan, terlepas dari urutan kelahirannya.

Alih-alih hanya menitikberatkan pada urutan kelahiran, dinamika keluarga dan lingkunganlah yang pada akhirnya membentuk sifat, karakter dan kepribadian seseorang. Hal ini tercermin dari adanya pola dan kesamaan dalam interaksi dan perlakuan antara orang tua, anak, dan saudara kandung sehingga menimbulkan asumsi bahwa urutan kelahiran dapat membentuk kepribadian.

Misalnya, orang tua memiliki harapan yang lebih tinggi pada anak pertama sehingga mereka cenderung lebih ditekan dan diarahkan untuk menjadi contoh yang lebih baik. Hal ini pula yang pada akhirnya membuat adik atau saudara kandung yang juga turut memiliki harapan lebih terhadao anak pertama.

Urutan Kelahiran dan Cara Mereka Berhubungan

Urutan kelahiran tidak hanya membentuk bagaiman kepribadian seseorang tetapi juga mempengaruhi bagaimana cara seseorang berperilaku, berkomunikasi, peran dalam hubungan serta harapan yang dimililiki.

Anak sulung dan anak tunggal biasanya memiliki kecenderungan utuk lebih blak-blakan, yang ditafsirkan orang lain sebagai suka memerintah atau mengontrol. Dalam hubungan, anak sulung juga lebih cenderung mengasuh dan mendukung serta memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain.

Sementara anak tengah mungkin kurang konfrontatif dan lebih cenderung mencari solusi yang mengakomodasi semua orang. Mereka lebih fleksibel dan cenderung mencari keseimbangan dalam hubungan serta memastikan bahwa setiap orang diperlakukan secara adil dan setara.

Sedangkan anak bungsu mungkin lebih mengandalkan selera humor dan pesona mereka dalam interaksi sosial. Anak bungsu mungkin lebih riang, tidak terlalu kaku dan cenderung membebankan tanggung jawab pada pasangannya.

Kepribadian Berdasarkan Urutan Kelahiran

Berdasarkan kecenderungan perlakuan yang umum terjadi inilah yang selanjutnya dapat mencerminkan beberapa karakteristik dan kepribadian umum dari seseorang berdasarkan urutan kelahirannya. Berikut ini beberapa contoh kepribadian yang umum ditemukan dari masing-masing anak, yaitu:

Only Child

Anak yang terlahir satu-satunya di sebuah keluarga cenderung mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang dewasa dibandingkan anak yang memiliki saudara kandung. Orang tua baru masih belajar tentang pengasuhan anak, yang berarti mereka mungkin lebih berorientasi pada aturan, ketat, berhati-hati, dan terkadang bahkan neurotik. Hal ini dapat membuat mereka tampak lebih dewasa dibandingkan teman sebayanya yang memiliki saudara kandung serta memiliki beberapa sifat lain seperti: kepercayaan diri yang tinggi, egois, senang menjadi pusat perhatian dan cenderung merasa tidak diperlakukan dengan adil.

Oldest Child

Anak tertua adalah anak yang lahir pertama kali di sebuah keluarga yang biasanya menunjukkan beberapa karakteristik seperti mampu memimpin, berprestasi, merasa superior, keras kepala, merasa tidak dicintai atau diabaikan, dominan, bossy, ingin menyenangkan orang lain dan dapat diandalkan.

Middle Child

Anak tengah adalah anak yang lahir di tengah-tengah keluarga dengan posisi memiliki adik dan kakak. Memiliki kakak sebagai panutan membuat anak kedua dan anak tengah berusaha mengejar ketertinggalan dari anak yang lebih tua. Anak kedua biasanya cenderung lebih kompetitif, low self esstem, bijaksana, pembawa damai, pemberontak, mandiri, merasa hidup tidak adil, tenang, merasa tidak dicintai atau tersisih, merasa tidak memiliki hak dan tanggung jawab istimewa. lebih sensitif terhadap penolakan. Sebagai anak tengah, kamu mungkin bergelut dengan perasaan tidak aman, takut ditolak, dan kurang percaya diri.

Youngest Child

Anak yang terlahir terakhir dalam keluarga yang memiliki satu atau lebih banyak akkak. Anak terakhir cenderung mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang tua karena kakak-kakaknya sudah lebih mandiri. Orang tua juga cenderung lebih lepas tangan dan kurang tegas terhadap anak bungsu mereka. Ciri-ciri anak bungsu biasanya supel, ceria, mencari perhatian, pengaturan diri yang rendah, merasa rendah diri dan mengharapkan orang lain untuk bertanggung jawab.

Baca Juga: Seberapa Jauh Seseorang Berani Melanggar Aturan?

Faktor dan Kondisi Lain yang Mempengaruhi Kepribadian Anak

Seperti yang dijelaskan di awal, urutan kelahiran tidak bisa sepenuhnya dijadikan acua yang dapat memprediksi kepribadaian seseorang. Banyak faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kepribadian seseorang berdasarkan urutan kelahirannya, seperti:

  1. Kesenjangan usia: Jarak umur dapat memengaruhi kepribadian berdasarkan urutan kelahiran. Kehadiran anak kembar dalam sebuah keluarga dapat menerima perhatian yang sama dari orang tua mereka sehingga mereka dapat mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang serupa.
  2. Jenis kelamin: Jenis kelamin juga dapat memengaruhi kepribadian berdasarkan urutan kelahiran. Jika seorang anak berjenis kelamin berbeda dari semua saudara kandungnya, mereka mungkin menerima perlakuan yang berbeda atau merasa lebih unik.
  3. Genetika dan lingkungan: Faktor genetik menyumbang sekitar 50% dari ciri-ciri kepribadian, sementara separuh lainnya mungkin disebabkan oleh faktor lingkungan seperti status sosial ekonomi, gaya pengasuhan, hubungan dengan teman sebaya, hubungan romantis, pengalaman kerja.
  4. Budaya: Budaya juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, dan berperilaku, meskipun para peneliti masih mendiskusikan bagaimana budaya memengaruhi kepribadian.
  5. Keluarga tiri: Ketika dua orang tua menikah lagi anak cenderung mengalami periode disorientasi dan persaingan untuk mempertahankan status mereka dalam keluarga.
  6. Masalah kesehatan dan mental: Seorang anak yang lahir dengan disabilitas fisik atau saraf dapat tampak berada di posisi “termuda” terlepas dari urutan kelahirannya. Hal ini dapat memengaruhi urutan kelahiran psikologis anak-anak lainnya.
  7. Kematian saudara kandung: Kematian seorang anak dapat sangat menghancurkan bagi keluarga. Terlebih glorifikasi terhadap anak yang telah meninggal dapat terjadi sehingga saudara kandung lainnya mungkin merasa kesulitan untuk memenuhi citra saudara kandung yang telah meninggal.
  8. Adopsi: Anak adopsi seringkali memiliki keadaan khusus dalam dinamika keluarga. Anak adopsi mungkin memiliki kecenderungan lebih besar untuk dimanjakan dan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika keluarga.

Tips Menghadapi Anak Sesuai Urutan Kelahirannya

Terlepas dari faktor urutan kelahiran, bagaimana orang tua mengasuh anak jauh lebih memengaruhi kepribadian dan karakter anak di masa depan. Berikut beberapa tips pengasuhan yang bisa dilakukan:

  1. Anak Sulung: Usahakan untuk tidak terlalu protektif dan menaruh harapan besar yang bisa menekan anak. Berikan mereka kebebasan untuk mengutarakan kebutuhan dan keinginan mereka agar mereka tidak mudah memberontak. Hindari memandang mereka sebagai panutan bagi adik-adiknya dan jangan berharap dia akan membantu orang tua terus menerus.
  2. Anak Tengah: Untuk mengasuh anak kedua, yang bisa dilakukan adalah tunjukkan kasih sayang yang sama seperti kakak dan adiknya, bangun komunikasi yang baik, jangan membandingkan, berterimakasih jika dia terlihat mandiri, mengalah atau menjadi penengah. Usahakan untuk menyisihkan waktu ekstra untuknya agar ia juga merasa diperhatikan.
  3. Anak Bungsu: Biarkan dia membuat sebuah keputusan dan apresiasi jika dia menjadi orang yang pertama melakukan sesuatu hal yang baru dibanding saudaranya. Latih dia untuk bertanggung jawab mulai dari melakukan sesuatu yang sederhana dan hindari memanjakan atau membandingkannya dengan kakak-kakaknya.
  4. Anak Tunggal: Karena ia hanya memiliki figur orang tua sebagai panutan, ia bisa sulit bergaul dengan sebayanya. Oleh karena itu berikanlah ia kebebasan untuk banyak berinteraksi dengan anak-anak sebayanya. Selain itu, tunjukkan juga bahwa wajar jika anak-anak melakukan kesalahan dan hal tersebut bukan suatu masalah serta bisa diperbaikinya.

Baca Juga: Alasan Mengapa Seseorang Sulit Menerima Pujian

Kesimpulan

Meskipun urutan kelahiran terkesan dapat memprediksi kepribadian seseorang, urutan kelahiran hanyalah salah satu dari banyak faktor yang dapat membentuk bagaiaman seseorang tumbuh dan belajar. Masih ada banyak faktor lain yang juga mempengaruhi seperti status sosial ekonomi, sikap orang tua, peran gender, dan pengaruh sosial dalam membentuk kepribadian seseorang. Bahkan dalam studi lebih dari 20.000 partisipan mengungkapkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara urutan kelahiran dari salah satu dari Big Five Personality.

Reference:

Eksplorasi konten lain dari Laman Lajur

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca