What’s behind the book?
- Judul : Kamu Gak Sendiri
- Penulis : Syahid Muhammad
- Penerbit : Gradien Mediatama
- Halaman. : 339
- Genre : Self Improvement
- Tahun Terbit : 2020
- Harga : Rp. 88.000
- Blurb :
Kita sudah cukup baik membuat orang mengira kita baik-baik saja. Sekarang saatnya jujur, yang kecewa, yang kelelahan, yang gak tahu kapan harus istirahat, kamu boleh marah, boleh menangis, boleh kalau ingin sendiri dulu. Boleh banget untuk perlu bantuan. Kamu gak harus terus baik-baik aja. Gapapa, gapapa, terima, akui, lepasin.
Why i read this book?
Sebagai penggemar dari enam buku sebelumnya, tentu buku ketujuh ini ga bisa lepas gitu aja. Buku yang udah lama banget mendem di wish list. Alhamdulillah kemarin dapet dari kado ulang tahunku yeay. Berbeda dari karya penulis sebelumnya, novel ini sendiri bergenre self-improvement dan baru novel ini yang aku review.
Baca Juga: REVIEW BUKU “SECANGKIR KOPI DAN PENCAKAR LANGIT”
My impression and rating:
Menurut penulis sendiri buku ini mulai ditulis saat ia sedang merasa kesal. Jadi, isi yang ada didalamnya pun menurutku menggambarkan dengan jelas emosi yang dirasakan penulis.
Isinya kurang lebih membahas, kecemasan, ketakutan, kesepian yang dirasakan penulis dan pikiran-pikiran yang sering kali singgah. Berbagai sisi kehidupan dari keluarga, teman, pasangan hingga diri sendiri juga disampaikan.
Garis besarnya, buku ini membahas masalah kesehatan mental yang seringkali masih diremehkan dan dikait-kaitkan dengan ketidakdekatan seseorang dengan Tuhan.
Ada dua poin penting yang aku tangkap dari novel ini, pertama meskipun kita merasa ada hal-hal yang begitu mengganggu psikologis kita, kita tidak bisa mendiagnosis gangguan yang ada pada diri sendiri (self-diagnose). Kita perlu mendapatkan pertolongan dan arahan dari profesional seperti psikolog maupun psikiater.
Kedua, buku ini mengajarkan bahwa kita boleh mengekspresikan perasaan kita sebagai upaya penerimaan diri sendiri, namun kita juga perlu memperhatikan sekitar dan jangan sampai karena luka yang dirasakan justru menimbulkan luka baru bagi orang lain.
Sepanjang bab, penulis konsisten mengingatkan pembaca untuk dapat melihat suatu kejadian dari berbagai sudut pandang dan tidak merasa bahwa hanya diri kita yang tersakiti.
Penulis juga menyarankan untuk menyalurkan emosi yang kita rasakan melalui berbagai media seperti menulis, melukis dll yang siapa tau dapat memberi kekuatan bagi orang lain. Ingat judul novel ini, kamu gak sendiri.
Overall, novel ini bagus dan cocok banget dibaca kalau kita sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja (kalau baik-baik saja juga gapapa). Ratingnya aku beri 4.7/5.
Favorite Quote:
Sedangkan kesendirian, bukanlah kesepian. Kesendirian adalah saat aku merasa baik-baik saja dengan diriku sendiri meski tidak ada yang bisa menemani atau membantuku saat kupikir aku membutuhkan orang lain. Dengan kesendirian ini, aku lebih melihat, mendengar dan merasakan diriku lebih dalam dan luas.

Tinggalkan Balasan