Alasan Mengapa Kita Lebih Sering Menyalahkan Diri Sendiri

Pernahkah kamu merasa lebih sering menyalahkan diri sendiri saat sesuatu hal tidak menyenangkan terjadi? Self blame atau menyalahkan diri sendiri mungkin menjadi salah satu cara tersembunyi yang dilakukan untuk menyalurkan perasaan bersalah yang dirasakan.

Meski demikian terus menyalahkan diri sendiri secara berlebihan tidak akan berdampak apapun dan justru diri sendiri menjadi lelah karena terus disalahkan. Belum lagi kebanyakan perasaan ini muncul karena kejadian yang benar-benar bukan kesalahnnya.

Lantas mengapa masih banyak orang yang justru tetap menyalahkan diri sendiri? Yuk kita lihat pembahasannya di artikel ini.

  1. Pengertian Self Blaming
  2. Tanda Self Blaming
  3. Alasan dan Penyebab Orang Suka Menyalahkan Diri Sendiri
    1. 1. Bentuk Mekanisme Koping
    2. 2. Pengalaman Masa Kecil
  4. Cara Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Pengertian Self Blaming

Self blaming merupakan salah satu bentuk distorsi kognitif atau pemikiran yang keliru dimana seseorang menyalahkan diri sendiri terhadap suatu kejadian buruk atau traumatis yang menimpanya.

Menyalahkan diri sendiri atas suatu kejadian yang mungkin terjadi karena kesalahan seseorang terkadang merupakan hal yang wajar. Namun jika pemikiran ini terus berlanjut secara berlebihan hal ini akan menjadi suatu kebiasaan yang akan mempengaruhi emosi dan perilaku.

Self blaming bahkan termasuk dalam kekerasan emosional terhadap diri sendiri yang akan berdampak buruk bagi kesehatan mental. Saat kita menyalahkan orang lain yang tidak bersalah pasti mereka akan merasa tidak terima dan sakit hati.

Lantas bagaimana kita justru bisa bersikap seperti itu terhadap diri sendiri?

Tanda Self Blaming

Self blaming tidak hanya terlihat dari bagaimana seseorang menyalahkan diri sendiri, lebih jauh dari itu berikut beberapa tanda seseorang yang self blaming:

  1. Terus menerus mengkritik diri sendiri
  2. Terlalu sering meminta maaf
  3. Merasa tidak pernah cukup naik
  4. Memikirkan hal yang seharusnya saat ini didapatkan
  5. Sering merasa bersalah dan berpikir bahwa semua terjadi karena diri sendiri
  6. Menyabotase diri sendiri
  7. Memandang rendah diri sendiri, tidak berdaya, atau tidak berharga
  8. Meragukan diri sendiri
  9. Cenderung menghindari konflik
  10. Sensitivitas yang tinggi

Self blaming umumnya banyak ditemuka pada beberapa kondisi gangguan mental. Salah satunya menjadi gejala yang sering muncul pada penyintas gangguan depresi.

Alasan dan Penyebab Orang Suka Menyalahkan Diri Sendiri

Self blaming tercermin dari orang-orang yang merasa bertanggung jawab penuh atas setiap situasi atau menilai bahwa kekurangan diri sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya suatu kejadian.

Self blaming biasanya berakar dari kejadian traumatis yang pernah dialami atau pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan. Berikut ini beberapa alasan dan penyebab mengapa seseorang cenderung menyalahkan diri sendiri:

1. Bentuk Mekanisme Koping

Mengalami suatu kejadian buruk atau traumatis seringkali membuat kita mengalami berbagai macam perasaan dalam waktu yang bersamaan. Takut, tidak berdaya, marah dan bingung. Situasi ini membuat otak memilih untuk mengambil kendali yang lebih mudah dengan menyalahkan diri sendiri atas kerjadian tersebut.

Menyalahkan diri sendiri membuat kita merasa dapat mengendalikan kejadian daripada perasaan tidak berdaya atau menyalahkan orang lain. Hal inilah yang membuat kita merasa lebih aman dan tidak melihat kejadian tersebut terlalu menakutkan.

2. Pengalaman Masa Kecil

Lebih jauh akar permasalahan menyalahkan diri sendiri juga dapat terbentuk dari pengalaman masa kecil. Misalnya karena orang tua yang sering menyalahkan dan mengkritik anak yang membuat anak menjadi mulai menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menentang orang tua.

Lambat laun hal ini membentuk cara anak berpikir dan merespon suatu kejadian. Dalam berhubungan pun ia akan cenderung mengambil peran sebagai pihak yang bersalah.

Cara Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Meskipun dianggap bahwa menyalahkan diri sendiri merupakan hal yang wajar dan lebih mudah dilakukan, nyatanya hal ini hanya akan menimbulkan efek negatif berkepanjangan untuk diri sendiri.

Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri pada praktiknya memang tidak terkesan mudah, namun jika hal-hal berikut ini secara konsisten dilakukan maka kamu bisa perlahan berhenti melakukan self-blaming.

  1. Memaafkan diri sendiri. Saat kamu melakukan kesalahan, coba akui, terima dan berusaha memaafkannya. Dengan memaafkan diri sendiri bukan berarti kamu menghiraukan kesalahan kamu tapi justru mengakui bahwa hal tersebut adalah bagian dari diri manusia sehingga kamu bisa lebih fokus pada perbaikan kesalahan yang kamu lakukan.
  2. Belajar menyayangi diri sendiri. Mulailah untuk memperlakukan diri sendiri dengan kasih sayang kepada seseorang yang kamu sayangi.
  3. Belajar menerima kejadian buruk dan mengakui setiap perasaan yang dirasakan. Dengan mengetahui perasaan marah, kecewa, sedih dan sebagainya dapat membantu mengurangi rasa bersalah pada diri sendiri.
  4. Berlatih merefleksi diri. Coba renungkan apa yang sebenarnya terjadi pada kondisi tersebut dan terima bahwa kamu telah melakukan yang terbaik kamu bisa saat itu.
  5. Ketahui apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita dan apa yang ada dalam kendali kita. Jangan berusaha mengambil tanggung jawab atas sesuatu yang memang berada di luar kendali kita. Jika kejadian tersebut memang karena kesalahanmu maka fokus pada apa yang dapat kamu lakukan atau perbaiki.
  6. Kenali cara berpikir yang menyimpang. Coba tanyakan dan pikirkan dengan logis apakah hal tersebut benar, tidak selamanya hal yang kita pikirkan itu benar.

Demikian pembahasan tentang apa itu self blaming dan tandanya serta alasan dibalik mengapa seseorang cenderung suka menyalahkan diri sendiri. Semoga penjelasan di atas dapat membantu untuk mengenal lebih lanjut tentang self blaming dan hal-hal yang bisa dilakukan agar kita bisa berhenti menyalahkan diri sendiri.

Meskipun menyalahkan diri sendiri terlihat mudah, kita perlu menyadari apakah menyalahkan diri sendiri dapat mencegah kejadian buruk yang menimpa kita atau mencegah diri sendiri melakukan kesalahan yang sama di masa depan? Pada akhirnya self blaming tidak merubah apapun dan bahkan hanya memperburuk kondisi mental kita ke depannya.

Referensi:


Komentar

Tinggalkan Balasan