Salah satu masalah tidur yang paling banyak terjadi adalah kesulitan tidur hingga tetap terjaga hingga pagi hari atau yang sering dikenal dengan insomnia. Selain itu, masalah seperti sering terbangun atau pergerakan tertentu saat tidur malam banyak juga dialami oleh sebagian orang yang memiliki masalah tidur.
Namun tahukah kamu bahwa insomnia dan gejala tertentu saat tidur bisa menjadi salah satu pertanda gangguan tidur atau Sleep Disorder? Ya, gangguan ini berarti salah satu gangguan atau masalah mental yang bisa terkena siapa saja. Gangguan tidur tidak hanya disebabkan oleh kondisi fisik, namun juga bisa karena kondisi mental.
Nah untuk mengetahui gambaran lebih lanjut terkait dengan kondisi gangguan tidur, jenis, penyebab hingga cara mengatasinya, yuk simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Apa itu Sleep Disorder?
Gangguan tidur adalah salah satu gangguan mental dimana kondisi mental dapat memengaruhi kualitas tidur dan istirahat yang dibutuhkan tubuh.
Gangguan tidur ini dapat dilihat dari seberapa baik kamu tidur, kapan waktu tidur serta durasi tidur dan terjaga. Bagi orang dewasa, durasi tidur yang baik adalah tujuh hingga sembilan jam per malam.
Meskipun terlihat umum dan normal terutama bagi mereka yang begadang untuk bekerja, belajar atau bermain, orang dengan sleep disorder biasanya memiliki tingkat kesulitan tidur yang lebih panjang, sering merasa lelah dan sulit melakukan aktivitas di siang hari.
Gangguan tidur ini cukup umum ditemukan di Amerika Serikat dengan lebih dari 50 juga orang mengalami gangguan tidur dan lebih dari 100 juta orang melaporkan bahwa mereka tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Sama seperti gangguan mental atau penyakit fisik, gangguan tidur tidak dapat dianalisa atau didiagnosis sendiri. Psikolog atau Psikiater lah yang akan mendiagnosis gangguan tidur setelah melewati berbagai tes dan pemeriksaan fisik untuk meninjau gejala yang dirasakan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, tes ini biasanya dapat meliputi tes untuk membuat buku tidur harian. Buku inilah yang akan mencatat kebiasaan tidur yang harus diisi mulai dari kapan tidur, kapan bangun, kapan tidur siang, apakah berguling-guling saat tidur, berapa lama waktu untuk tertidur, apakah terbangun di tengah malam, seberapa mengantuk di siang hari, apakah mendengkur dan bagaimana perasaan sebelum dan sesudah tidur.
Selain itu ada juga alat studi tidur (polisomnogram) yang akan memerika kualitas tidur secara elektronik dengan mentransmisikan dan merekam aktivitas tubuh dan otak saat tidur.
Apa Saja Gejala Utama Gangguan Tidur?
Gangguan tidur memiliki beberapa ciri dan gejala umum yang biasanya meliputi:
- Kesulitan tidur di malam hari secara teratur.
- Sering terbangun di tengah malam dan tidak dapat tertidur kembali.
- Gangguan pernapasan selama tidur seperti mendengkur, terengah-engah, atau tersedak
- Merasa perlu bergerak saat rileks. Gerakan dapat meredakan perasaan ini.
- Merasa tidak bisa bergerak saat bangun, kaki atau lengan terasa kesemutan.
- Sering mengantuk atau tidur di siang hari.
- Kesulitan mengingat, fokus atau berpikir.
- Perubahan suasana hati seperti mudah tersinggung dan kesulitan mengelola emosi.
- Sering tidak seimbang atau terjatuh.
- Waktu bangun dan tidur yang tidak teratur.
- Sering takut, mimpi buruk, berteriak, atau berjalan ketika tidur.
- Merasa lelah dan lemas.
- Tertidur tiba-tiba tanpa kenal waktu dan tempat.
- Gerakan atau pengalaman tidak normal selama tidur, seperti kejang atau sering mimpi buruk.
- Memiliki kebiasaan menggeretakkan atau menggesekkan gigi.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Gangguan Kepribadian ?
Apa Penyebab dan Faktor yang Menimbulkan Gangguan Tidur?
Gangguan pada siklus dan kualitas tidur dapat terjadi karena berbagai faktor dan penyebab. Berikut ini beberapa penyebab yang menimbulkan gangguan tidur:
- Kebiasaan buruk sebelum tidur, seperti bermain hp, menonton, merokok, minum alkohol atau keseringan begadang.
- Masalah kondisi mental seperti stres, depresi dan gangguan kecemasan.
- Adanya masalah kesehatan seperti nyeri sendi, asma, gangguan pencernaan, penyakit jantung atau penyakit kronis lain.
- Efek samping konsumsi obat seperti antidepresan, atau stimulan yang mengganggu hormon melatonin.
- Jadwal tidur tidak teratur yang mengganggu siklus tidur-bangun, seperti bekerja sif malam.
- Konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan.
- Penuaan atau berusia lebih dari 65 tahun.
- Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan gangguan tidur.
- Kadar zat kimia atau mineral tertentu yang rendah di otak.
- Kelainan bentuk tulang.
Jenis-Jenis Gangguan Tidur
Dalam PPDGJ III disebutkan bahwa gangguan tidur terbagi menjadi 2 jenis yaitu Dyssomnia dan Parasomnia. Dyssomnia sendiri berarti gangguan tidur yang berkaitan dengan jumlah, kualitas atau waktu tidur karena adanya hal-hal emonional. Sedangkan Parasomnia berarti gangguan tidur yang disertai dengan peristiwa abnormal selama tidur. Secara lebih rinci berikut ini beberapa jenis-jenis sleep disorder, yaitu:
- Insomnia: Keluhan kesulitan tidur atau memperhatahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk minimal 3x seminggu selama minimal 1 bulan.
- Hipersomnia: Masalah gangguan tidur berlebihan yang dintadai dengan rasa kantuk berlebihan (bukan karena kurang tidur) dan transisi yang panjang dari bangun hingga sadar sepenuhnya yang terjadi setiap hari selama lebih dari 1 bulan.
- Narcolepsy: Adanya gejala rasa kantuk yang berlebihan dan tidak dapat dikontrol karena gangguan fungsi otak yang mengatur tidur dan bangun.
- Sleep Walking: Gejala bangun dari tempat tidur terutama pada sepertiga awal malam dan terus berjalan-jalan dengan muka blank, tidak merespon dan hanya dapat sadar jika dengan susah payah serta tidak ingat apa yang terjadi keesokannya.
- Sleep Terrors: Gejala bangun dari tidur dengan berteriak panik, anxiety, tubuh bergertar, jantung berdebak-debar, napas cepat dan berkeringat. Gejala ini berulang 1-10 menit di sepertiga awal malam. Susah dibangunkan dan tidak ingat kejadiannya.
- Nightmare Disorder: Terbangun dari tidur malam atau siang karena mimpi yang menakutkan yang dapat diingat jelas biasanya karena masalah hidup saat paruh kedua masa tidur.
- Shift Work Sleep Disorder: gangguan pola tidur dari individu dengan sistem kerja shift yang tidak teratur dan dialami hampir setiap hari setidaknya dalam 1 bulan.
- Breathing-Related Sleep Disorders: Gangguan tidur karena kondisi pernapasan yang tidak normal dan sulit saat tidur, seperti mendengkur, apnea (henti napas), hipoventilasi/hipoksemia, napas terengah-engah hingga erangan.
- Rapid Eye Movement Sleep Behavior Disorder: Gangguan parasomnia yang ditandai dengan gerakan tubuh yang berulang dan tidak jelas yang muncul selama fase tidur REM seperti memukul, meninju hingga menendang keras.
- Restless Legs Syndrome: Gangguan yang ditandai dengan keinginan untuk menggerakkan kaki dan diikuti dengan perasaaan tidak nyaman atau sensasi tidak menyenangkan terutama saat menjelang tidur.
- Substance/Medication Induced Sleep Disorder: Gangguan pola atau kualitas tidur karena pengaruh penggunaan atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.
Baca Juga: Gangguan Distimia, Depresi Ringan dalam Jangka Waktu Lama
Bagaimana Penanganan Sleep Disorder?
Lantas bagaimana cara menangani gangguan tidur yang sangat menganggu? Ada beberapa jenis penanganan yang bisa dilakukan seperti:
- Bangun kebiasaan dan rutinitas tidur yang baik mulai dari menjaga kebersihan sebelum tidur, buat jadwal tidur harian dan tidak menggunakan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur.
- Mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter atau suplemen tidur. Hindari mengonsumsi obat yang mengandung kafein tinggi.
- Mengikuti psikoterapi perilaku kognitif untuk mengelola pola pikir dan perasaan agar bisa mengantuk dan cepat terlelap di malam hari.
- Buat lingkungan tidur yang nyaman mulai dari mandi air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, membaca, kamar tidur gelap dan sejuk, tidak makan yang terlalu berat dan terlalu banyak minum, gunakan penutup mata atau penyumbat telinga, relaksasi atau meditasi dan bangun pada waktu pagi yang sama setiap harinya.
- Mengurasi stres dengan menuliskan hal-hal seperti membuat daftar tugas atau catatan apapun yang membuat khawatir dan putuskan untuk menunda kekhawatiran itu sampai hari berikutnya agar lebih mudah selesai.
- Jaga gaya hidup sehat dengan berhenti merokok, atur waktu minum kopi dan batasi konsumsi alkohol agar tidak mengganggu tidur.
- Tidak melihat jam dan gunakan alarm hanya untuk bangun. Pindah kamar tidur jika tidak dapat tertidur dalam 30 menit.
- Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kualitas tidur maksimal empat jam sebelum tidur.
- Menggunakan alat CPAP untuk membuat saluran pernapasan tetap terbuka saat pasien apnea tidur sehingga oksigen bisa masuk ke dalam tubuh
- Terapi cahaya dengan menyalakan alat khusus yang memancarkan cahaya untuk meningkatkan produksi hormon melatonin sehingga siklus tidur dan bangun pasien jadi lebih teratur.
- Kembali tidur jika terbangun saat malam baik karena mimpi buruk atau apapun, cobalah fokus mengatur napas, rileks dan tidur kembali.
Reference:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11429-sleep-disorders
- https://hellosehat.com/pola-tidur/gangguan-tidur/pengertian-gangguan-tidur/
- https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-tidur
- https://www.rspondokindah.co.id/id/news/gangguan-tidur-gejala-penyebab-penanganan
- https://www.gleneagles.com.sg/id/conditions-diseases/sleep-disorders/symptoms-causes
- PPDGJ III
- DSM 5

Tinggalkan Balasan