golden leaves on bridge ground

Walking Therapy: Benarkah Berjalan Kaki Bisa Mengurangi Stres?

Stres adalah salah satu kondisi yang tidak bisa dihindari dalam setiap aspek kehidupan. Stres bisa membuat seseorang mudah bosan, sulit fokus dan bahkan tidak mampu melakukan apapun. Stres juga seringkali membuat seseorang ingin menghindar dan menjauh sehingga butuh pelarian ke berbagai hal.

Salah satu pelarian yang banyak orang lakukan adalah dengan jalan dan bepergian. Namun, benarkah walking atau jalan bisa membantu menurunkan stres? Untuk mengetahui informasi yang benar tentang kondisi ini, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

Psikologi “Walking”

Pernahkah kamu merasa bahwa setelah berjalan terutama di ruang terbuka membuatmu jadi lebih segar dan ringan? Seolah tekanan dan beban berat yang sebelumnya dirasakan terserap dan menguap begitu saja?

Ternyata, fenomena ini bisa dijelaskan secara psikologis dan biologis. Berjalan kaki atau “walking” ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik namun juga memiliki efek yang bermanfaat baik untuk kondisi psikis.

Bagi fisik, berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko diabetes hingga dapat membantu menurunkan berat badan.

Artikel WebMD menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa berjalan kaki sangat baik untuk kesehatan mental adalah karena berjalan kaki mampu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh hingga ke otak yang kemudian dapat membantu menenangkan saraf dan mengurangi stres.

Dengan berjalan kaki, kamu dapat menghirup udara segar yang memiliki efek menenangkan dan baik untuk meredakan tingkat stres yang dirasakan.

Berjalan kaki juga ikut menggerakkan hampir semua indra. Mulai dari melihat pemandangan, mendengar suara, menghirup udara hingga merasakan tekstur dari hal-hal yang ada.

Guthrie dalam salah satu artikelnya juga menyebutkan bahkan bahwa meskipun seseorang berada dalam suasana hati yang buruk saat berjalan-jalan, berjalan kaki tetap dapat melepaskan diri dari stres dan membuat suasana hati terasa sedikit lebih baik.

Psikolog Kate Hoyland dalam websitenya mengaitkan fenomena ini dengan teori biofilia yang mengungkapkan bahwa manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk mencari hubungan dengan alam, sehingga semakin sedikit seseorang terhubung dengan alam maka semakin besar tekanan mental kita.

Itulah mengapa menyaksikan pemandangan alam dapat membuat ruang emosional terasa lebih bebas.

Apa itu Walking Therapy?

Selain memahami sisi psikologis dari berjalan kaki secara umum, kamu juga perlu mengetahui apa itu walking therapy.

Walking Therapy atau terapi berjalan kaki adalah terapi psikologi yang dilakukan sambil berjalan dan bergerak di lingkungan alam. Awalnya, terapi ini dilakukan bersama dengan terapis yang akan melakukan sesi konseling sambil berjalan dan menikmati udara segar secara bersama.

Walking Therapy seringkali disebut juga sebagai Walk and Talk Therapy di mana terapis dan klien berjalan berdampingan di luar ruangan sambil membicarakan masalah dan mencari solusinya.

Konseling yang dilakukan dengan berjalan kaki bisa jadi alternatif terapi karena terasa lebih santai dan tidak canggung.

Meski begitu, terapi ini kemudian berkembang lebih luas dan bahkan bisa jadi salah satu bentuk self therapy dan self care yang bisa dilakukan dengan berjalan kaki seorang diri.

Manfaat dan Alasan Mengapa Berjalan Kaki Baik untuk Mental Health

Secara lebih rinci, berjalan kaki memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan mental termasuk mengurangi stres. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Membuka perspektif yang lebih luas. Melihat pemandangan secara tidak langsung dapat membuat seseorang memiliki cara pandang baru yang lebih luas yang tidak terpikirkan saat hanya berada di dalam ruangan.
  2. Terkoneksi dengan alam. Berada di luar ruangan membuat anggota tubuh terpapar langsung dengan angin, cahaya hingga suara alam sekitar yang dapat memberikan kenyamanan, perasaan yang lebih tenang dan membumi.
  3. Meningkatkan kinerja otak. Berjalan kaki dapat meningkatkan sirkulasi aliran darah dalam tubuh sehingga membantu otak bekerja lebih efektif, meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif.
  4. Melepaskan hormon endorfin. Aktivitas fisik mengeluarkan hormon endorfin yang merupakan hormon penyebab perasaan senang sehingga dapat mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, meningkatkan energi dan stamina serta membantu mengatur emosi lebih baik.
  5. Meningkatkan kualitas tidur. Tidur sangat berkaitan dengan kesehatan mental. Berjalan kaki dapat membantu membuat tubuh lebih rileks sebelum tidur, menjaga ritme sirkadian tubuh sehingga membuat tidur jauh lebih nyenyak dan daya tahan tubuh yang lebih baik.
  6. Meningkatkan kesadaran (mindfulness). Berjalan kaki sangat bagus untuk melatih mindfulness dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang dapat lebih fokus dan menikmati momen saat ini tanpa menghakimi pikiran yang mungkin muncul.
  7. Meningkatkan kesehatan mental. Berjalan kaki memberikan efek menenangkan yang membuat kondisi emosional lebih stabil, meningkatkan suasana hati, mengurangi stres dan kecemasan hingga mengurangi gejala depresi.

Baca Juga: Psikologi Melanggar Aturan: Seberapa Jauh Orang Melanggar?

Tips Berjalan Kaki untuk Kesehatan Mental

Lalu seperti apa berjalan kaki yang benar dan dapat memberikan efek positif untuk kesehatan mental? Berikut ini beberapa cara dan tips berjalan kaki yang bisa kamu lakukan:

  1. Mulai dari target kecil dan lakukan dengan santai. Sebagai permulaan, lakukan peregangan lebih dulu sebelum berjalan dan berjalanlah dengan kecepatan yang santai, lalu secara perlahan tingkatkan kecepatan dan target berjalan.
  2. Tentukan rute berjalan yang nyaman. Pastikan kamu mencari tempat berjalan kaki yang nyaman, tenang dan tidak terlalu sempit atau padat agar berjalan kaki tidak terasa menyulitkan.
  3. Pilih waktu yang tepat. Berjalan kaki umumnya jauh lebih nyaman di pagi atau sore hari. Berjalan di pagi hari dapat meningkatkan energi pada awal hari dan berjalan sore hari dapat membuat tubuh lebih rileks dan santai.
  4. Rutin berjalan kaki. Cobalah untuk berjalan kaki secara rutin dan konsisten untuk membangun kondisi fisik dan mental yang lebih sehat. Luangkan setidaknya 30 menit per hari atau 150–300 menit per minggu untuk berjalan kaki.
  5. Berlatih berjalan kaki dengan mindfulness. Mindfulness atau kesadaran penuh sangat penting untuk kesehatan mental. Berlatihlah untuk berjalan kaki dengan penuh kesadaran yang bisa dilakukan dengan merasakan sensasi fisik tubuh saat berjalan, memperhatikan kondisi lingkungan, memperhatikan ritme pernapasan dan tidak terjebak dalam pikiran.

Kesimpulan & Referensi

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu walking therapy, manfaatnya, hingga cara melakukannya. Berjalan kaki ternyata tidak hanya membuat kondisi fisik menjadi lebih sehat dan bugar namun juga dapat membantu meninngkatkan kesehatan mental dan mengurangi stres yang dirasakan.

Dengan berjalan kaki, kamu membawa diri keluar dari lingkup ruangan dan pemikiran yang sempit. Dengan melihat alam, kamu dapat melihat berbagai situasi dengan lebih luas sehingga tidak merasa stres dan tertekan.

Tidak heran, dengan berjalan kaki kamu dapat merasa lebih ringan, mudah melihat jalan keluar dan solusi hingga merasakan perasaan lega dan gembira yang meningkat.


Komentar

Tinggalkan Balasan