What’s behind the book?
- Judul : Aku Bukannya Menyerah Hanya Sedang Lelah
- Penulis : Geulbaewoo
- Penerbit : Haru
- Halaman : 250
- Genre : Self Improvement
- Tahun Terbit : 2021
- Harga : Rp. 99.000
- Blurb :
Dalam hidup, terkadang kita merasa lelah, tak berdaya, dan merasa bersalah atas keadaan. Kita juga sering merasa belum melakukan yang terbaik, padahal sudah berusaha sebaik mungkin. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah adalah buku untukmu yang merasa lelah dan jadi tak memiliki minat terhadap apa pun. Ditulis berdasarkan pengalaman penulis sendiri, kalimat-kalimat dalam buku ini akan memberimu sedikit pemikiran yang baik tentang dirimu sendiri.Semoga setelah membaca buku ini, kamu yang lelah bisa sedikit beristirahat dan bisa menemukan hal yang kamu sukai.
Why i read this book?
Sudah lama tertarik untuk baca buku ini apalagi di saat itu aku merasa lelah dan seolah sedang mati rasa terhadap apapun. Tapi belum juga ada keinginan lebih untuk membelinya, sampai saat buku kedua dari penulis ini ingin terbit keinginan itu muncul kembali.
Mencari sebuah teman yang menemani kemacetan ibu kota sepertinya akan lanjut aku lakukan terlebih banyak buku yang mencuri minat dan perhatianku hingga kini. Dan ya, buku ini adalah salah satunya. Sebelum membaca buku kedua penulis yang terbit di Indonesia, aku ingin membaca buku pertamanya lebih dahulu.
Baca Juga: REVIEW BUKU, “SEBENARNYA AKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA”
My impression and rating:
Buku ini terdiri dari 3 bab yang berisikan kumpulan esai dan frasa dari penulis. Tipikal buku self improvement pada umumnya. Secara umum buku ini membahas tentang masa kelelahan, ketidakberdayaan, keputusasaan seseorang saat menjalani kehidupannya.
Penulis sepertinya ingin memberikan catatan bahwa berhenti sejenak, beristirahat, memulai dari awal saat kita sedang tidak baik-baik saja itu tidak mengapa. Tidak apa-apa. Tidak masalah. Bahkan kita memang perlu untuk merehatkan badan, pikiran dan perasaan. Ibarat mengisi daya ponsel, manusia juga butuh waktu untuk mengisi tenaga dan pikirannya dalam menjalin hidup.
Penulis membagikan kisahnya yang beberapa kali tersandung batu kegagalan dan memulai semuanya dari awal. Proses yang amat melelahkan dan menjadi pilihan terakhirnya untuk bertahan ini justru menjadi proses yang amat ia syukurkan. Karena menurutnya, ia tidak akan bisa menjadi dirinya sekarang jika ia tidak melewati masa sulit itu.
Masa-masa sulit ini mungkin seringkali mencekik diri dan membuat siapapun yang merasakannya ingin berlari menghilang. Tapi setidaknya mari membuat usaha semaksimal dan semampu kita agar kita tau apakah kita berada di titik gagal atau berhasil.
Di buku ini juga seringkali menggambarkan diri yang merasa hampa karena menjalani hari yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang diragukan dan tidak menyenangkan ini menurutnya karena kita tidak menjalani apa yang kita cintai atau sukai.
Kita bisa berjalan, merenung, berlari dan melakukan banyak hal lainnya untuk menemukan hal yang kita sukai. Jika kita bisa mengetahui apa yang kita sukai, kita akan menjalaninya dengan penuh percaya diri tanpa harus membandingkan diri dengan kehidupan orang lain.
Selama membaca buku ini di tengah mengantre bis kota, aku harus merasakan sesak yang nyata karena menahan tangisan. Mungkin karena tulisan dari buku ini dan mungkin juga karena hal-hal yang terjadi pada diri ini.
Aku yakin jika aku tidak di tengah keramaian, maka bukan hanya linangan air mata yang terlihat tapi juga isak tangis yang terdengar. Hari-hari sulit yang pernah aku legakan dapat aku lewati ini ternyata bisa datang kapan saja tanpa persiapan.
Meskipun dalam beberapa bagian ditemui hal yang sama berulang mungkin inilah yang memang menjadi fokus sang penulis. Tenyata, buku adalah teman itu benar adanya, meskipun saat aku membacanya dalam keadaan yang menyedihkan tapi aku merasa ada selimut tebal yang menemani kesepian yang mungkin aku rasakan.
Buku yang baik juga teman yang baik. Kalian bisa membacanya jikalau saat ini sedang sangat ingin menyerah akan keadaan. Buku ini tidak memberikan petuah bijak namun menyampaikan kisah dari seorang teman yang belum pernah berpas-pasan. Aku rating 4.7/5. Selamat membaca!
Favorite Quote:
Jangan mengatakan apa pun tentang realitas. Bukan hanya kau yang boleh mengejar mimpimu, orang lain juga ingin terus mencari dan mengejar mimpinya. Jadi, biarkanlah.

Tinggalkan Balasan