Permisive Parenting Style

Permisive Parenting Style: Pola Asuh Membebaskan Anak

Saat ini tidak sedikit dari generasi muda yang berbicara tentang pola asuh yang mereka dapatkan dari orang tuanya. Banyak dari mereka mengeluhkan tentang pola asuh yang mengekang dan tidak membebaskan mereka. Mereka menganggap bahwa pola asuh seperti inilah yang membuat mereka menjadi pemalu, penakut dan tidak percaya diri.

Pola asuh selalu erat dikaitkan dengan tumbuh kembang anak. Bagimana keadaan anak di masa depan dipengaruhi kuat oleh pola asuh yang diterimanya sejak kecil. Meski demikian, apakah dengan memberikan kebebasan kepada anak akan membuat perkembangannya menjadi lebih baik?

Istilah Permisive Parenting Style merujuk pada pola asuh yang memberikan kebebasan bagi anak untuk melakukan segala hal sesuai keinginannya. Orang tua mendidik anaknya dengan tidak melarang dan membiarkannya melakukan hal yang diinginkan.

Dalam Jurnal disebutkan bahwa orang tua dengan gaya pengasuhan ini tidak membatasi dan menunjukkan tingkat responsivitas yang tinggi, memiliki ekspektasi yang rendah untuk anak-anak mereka dan menetapkan sedikit aturan. Lantas apa saja dampak pola asuh ini terhadap perkembangan anak dikemudian hari?

Kurangnya Pengendalian Diri

Anak yang selalu terpenuhi segala keinginannya dan tidak pernah dilarang atau dibatasi melakukan suatu hal maka akan kurang mampu dalam mengendalikan dirinya. Ia tidak mengenal batasan dari suatu hal dan akan lebih impulsif dalam melakukan sesuatu. Ia juga akan cenderung berlebihan dan selalu merasa kekurangan.

Sifat Ketergantungan yang Tinggi

Anak dengan pola asuh ini akan memiliki sifat ketergantungan yang tinggi karena mereka terdidik dengan tersedianya kebutuhan dan terpenuhinya keinginan mereka. Mereka tidak terbiasa membuat keputusan sendiri dan memerlukan arahan untuk hal yang mereka lakukan, sehingga mereka akan sulit untuk hidup dengan mandiri.

Tidak Patuh Aturan

Pengasuhan yang memberikan seorang anak kebebasan melakukan apapun keinginannya dapat membuatnya sulit untuk menaati aturan yang ada. Anak terbiasa dengan minimnya aturan yang diberikan orang tua sehingga cenderung akan mengabaikan, menyepelekan dan melanggar aturan yang ada.

Kepercayaan Diri Berlebihan

Karena anak diberikan kebebasan yang besar, ia cenderung akan merasa percaya diri dalam melakukan segala sesuatu. Hal ini karena ia selalu mendapatkan dukungan dan tidak adanya perlakukan tidak menyenangkan dari sekelilingnya. Sekalipun melakukan sesuatu yang tidak baik, ia akan tetap percaya bahwa hal tersebut wajar dan tidak akan ada yang melarangnya.

Meledaknya Emosi Jika Tidak Dipenuhi Keinginannya

Ketika orang tua selalu memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan apapun, maka anak mempersepsikan bahwa setiap keinginanya akan terpenuhi. Apabila keinginan tersebut tidak bisa didapatkan, tidak jarang emosinya akan meledak dan hanya akan berhenti sampai hal tersebut terpenuhi.

Sulit Bersosialisasi

Anak yang tumbuh dengan pola asuh penuh kebebasan akan sulit beradaptasi dengan sekelilingnya.Teman-temannya akan selalu dituntut untuk mengikuti kemauannya karena sifatnya yang mendominasi, agresif, tidak sopan dan tidak mau mengalah. Ia tumbuh dengan tidak adanya rasa empati dan memiliki kecenderungan menjadi seorang pengganggu.

Meski terlihat suportif, nyatanya pola asuh ini dapat menimbulkan beberapa dampak buruk bagi perkembangan anak dikemudian hari. Memberikan kebebasan kepada anak tentu bukan hal yang sepenuhnya salah, namun sebagai orang tua perlu juga menerapkan batasan bagi anak agar tidak semena-mena dan dapat mengikuti aturan yang ada.


Komentar

Tinggalkan Balasan